Tulang Bawang, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ahmad Jalaluddin, secara resmi
melepas 108 peserta Program Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Agama Islam
(PAI) Batch 2 Tahun 2024.
Kegiatan pelepasan yang berlangsung di Aula Gedung
PLHUT yang dihadiri oleh Plh Kasubbag TU Eviyana, Kasi PAPKI Sumar, Ketua AGPAI
Mustofa, para Kasi, dan penyelenggara.
Sebanyak 108 peserta yang dilepas terdiri dari
guru-guru Pendidikan Agama Islam yang berasal dari berbagai jenjang sekolah dan
status kepegawaian, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga honorer.
Mereka telah melalui proses seleksi dan pembinaan sebelumnya, dan kini siap
untuk mengikuti tahapan akhir pengukuhan sebagai Guru Profesional PAI di kampus
UIN Walisongo Semarang.
Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Sumar dalam
laporannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta atas dedikasi
mereka dalam menjalani proses ini dengan penuh tanggung jawab.
Sumar menyampaikan harapannya agar seluruh peserta
dapat mengikuti kegiatan pengukuhan dengan sebaik-baiknya, serta
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ketika kembali ke satuan pendidikan
masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya transformasi sikap dan cara pandang guru
terhadap profesinya.
Dalam sambutannya Kakankemenag Jalaluddin menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan para guru PAI yang telah lulus PPG dalam jabatan tahun 2024. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian sebagai guru profesional di bidang Pendidikan Agama Islam.
"Saya sampaikan selamat kepada seluruh peserta yang akan mengikuti pengukuhan di UIN Walisongo. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang patut diapresiasi. Namun perlu diingat, tugas seorang guru PAI tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan menjadi teladan moral di tengah masyarakat,” ujarnya
Lebih lanjut, beliau berpesan agar para guru PAI
senantiasa menjaga integritas, terus meningkatkan kompetensi, serta berperan
aktif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah dan
masyarakat.
“Guru PAI harus menjadi pelopor Islam yang moderat, yang mampu menghadirkan suasana pendidikan yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan,” tambahnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Bapak/Ibu secara resmi saya lepas Keberangkatannya Menuju UIN Walisongo Semarang,” tutupnya.
Editor: Aditya Catur
