Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Dalam semangat penguatan
nilai kedisiplinan, integritas, dan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN),
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang menggelar Apel Bulanan yang
berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat di Halaman Kantor Kemenag Tulang
Bawang, Selasa (17/06/2025).
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, H. Ahmad Jalaluddin,
bertindak selaku pemimpin upacara diemban oleh Kepala KUA Kecamatan Banjar
Agung Zainul Ahmadi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh
jajaran pegawai di lingkungan Kemenag Tulang Bawang, mulai dari Plh Kasubbag TU,
Para Kasi, Penyelenggara, Kepala Madarsah, Para Kepala KUA Se-Kabupaten Tulang Bawang,
Penyuluh Agama Islam (ASN dan PPPK), serta seluruh ASN dan non-ASN yang berada
di bawah naungan Kemenag Tulang Bawang.
Dalam amanatnya Kakankemenag Jalaluddin menyampaikan
apresiasi atas kehadiran para pejabat struktural dan fungsional, mulai dari
kepala madrasah, kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, hingga seluruh ASN. Ia
menyebut apel sebagai simbol kedisiplinan dan tanggung jawab. “Kehadiran kita
hari ini bukan hanya karena kewajiban, tetapi cerminan komitmen kita sebagai
pelayan masyarakat yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Jalaluddin menyoroti pentingnya disiplin
dan loyalitas sebagai fondasi ASN yang berakhlak. “Disiplin itu
dimulai dari diri sendiri. Jangan jadikan jarak atau transportasi sebagai
alasan. ASN itu harus siap menghadapi tantangan apa pun,” tegasnya.
Lebih lanjut,
beliau menyampaikan secara lugas dan mendalam mengenai Asta Cita Kementerian
Agama, yakni delapan cita-cita atau program prioritas yang menjadi arah
kebijakan strategis Kementerian Agama Republik Indonesia. Delapan program
prioritas tersebut meliputi: Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan
Ekoteologi, Layanan Keagamaan yang Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Madrasah
yang Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan
Ekonomi Umat, Sukses Haji dan Digitalisasi Tata Kelola
Jalaluddin
menambahkan dan mengajak seluruh para guru madrasah untuk berinovasi dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Penggunaan soal berbasis HOTS, pendekatan
digital, serta pembelajaran inklusif menjadi sorotan utama.
“Anak-anak madrasah adalah calon
pemimpin bangsa. Siapkan mereka dengan ilmu, akhlak, dan daya saing global,”
tuturnya.
“Asta Cita sebagai program prioritas Kementerian Agama bukan sekadar slogan, melainkan harus dihayati dan diwujudkan menjadi bagian dari cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani setiap ASN Kemenag dalam menjalankan tugasnya,” tegas Jalaluddin dalam amanatnya.
Beliau juga berpesan kepada seluruh ASN Kementerian Agama baik yang bertugas di kantor, madrasah, maupun KUA—wajib menginternalisasi nilai-nilai Asta Cita secara menyeluruh dalam setiap fungsi dan tanggung jawab yang diemban, guna mewujudkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.