Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang
Bawang A. Jalaluddin, menegaskan Kurikulum Berbasis Cinta adalah Pendekatan
Pendidikan dengan menempatkan kasih
sayang, empati, kepedulian dan nilai kemanusiaan sebagai ruh utama dalam semua
proses pembelajaran.
Penegasan
tersebut disampaikan Kakankemenag saat beliau memberikan sambutann pada acara
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi KMA 1503 Tahun 2025 Tentang Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC) berlangsung di Aula Kantor Kemenag, Kamis (15/01/2025) Kakankemenag
didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana, Ketua Pokjawas Gabungan empat
Kab/Kota, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah MIN 1 Tulang Bawang
Saya
berharap para kepala madrasah dapat menjadi penggerak utama, memastikan
nilai-nilai kurikulum berbasis cinta benar-benar hidup dalam budaya madrasah,
bukan hanya tertulis dalam dokumen.” ujar Kakankemenag
Kurikulum
Berbasis Cinta ini menekankan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, moderasi
beragama, dan akhlak mulia. Madrasah
memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini
kepada peserta didik.” terangnya
Jalaluddin mengungkapkan agar seluruh madrasah dapat
memahami dan mengimplementasikan kebijakan ini secara optimal dalam proses
pembelajaran dan budaya madrasah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama Kasi
Pendidikan Madrasah Eviyana, yang sekaligus memberikan arahan terkait substansi
KMA 1503 Tahun 2023 serta langkah-langkah penerapannya di madrasah.
Dalam paparannya Eviyana menyampaikan bahwa Kurikulum
Berbasis Cinta menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan
madrasah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Melalui kurikulum berbasis cinta, madrasah diharapkan
mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek
kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga peserta didik tumbuh
menjadi pribadi yang berakhlak, berempati, dan saling menghargai,” ungkapnya
Editor: Abdul Aziz