Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kakankemenag Tulang Bawang; Perkuat Pendidikan Berkarakter lewat Kurikulum Berbasis Cinta

Kamis, 15 Januari 2026 Humas Tulang Bawang
Kakankemenag Tulang Bawang; Perkuat Pendidikan Berkarakter lewat Kurikulum Berbasis Cinta
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang A. Jalaluddin, menegaskan Kurikulum Berbasis Cinta adalah Pendekatan Pendidikan dengan menempatkan  kasih sayang, empati, kepedulian dan nilai kemanusiaan sebagai ruh utama dalam semua proses pembelajaran.

Penegasan tersebut disampaikan Kakankemenag saat beliau memberikan sambutann pada acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi KMA 1503 Tahun 2025 Tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berlangsung di Aula Kantor Kemenag, Kamis (15/01/2025) Kakankemenag didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana, Ketua Pokjawas Gabungan empat Kab/Kota, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah MIN 1 Tulang Bawang

Saya berharap para kepala madrasah dapat menjadi penggerak utama, memastikan nilai-nilai kurikulum berbasis cinta benar-benar hidup dalam budaya madrasah, bukan hanya tertulis dalam dokumen.” ujar Kakankemenag

Kurikulum Berbasis Cinta ini menekankan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, moderasi beragama, dan akhlak mulia. Madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini kepada peserta didik.” terangnya

Jalaluddin mengungkapkan agar seluruh madrasah dapat memahami dan mengimplementasikan kebijakan ini secara optimal dalam proses pembelajaran dan budaya madrasah.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama Kasi Pendidikan Madrasah Eviyana, yang sekaligus memberikan arahan terkait substansi KMA 1503 Tahun 2023 serta langkah-langkah penerapannya di madrasah.

Dalam paparannya Eviyana menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan madrasah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Melalui kurikulum berbasis cinta, madrasah diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berempati, dan saling menghargai,” ungkapnya 

Editor: Abdul Aziz