Tulang
Bawang, Kemang (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin, menyampaikan pentingnya
pendekatan dakwah yang inklusif, adaptif, dan transformatif dalam menghadapi
era digital. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Majelis Taklim yang
digelar hari ini di Aula KBIHU Al Mahsyur Unit 2, Selasa (06/05/2025).
Dalam
pemaparan materinya Kakankemenag
menegaskan bahwa dakwah saat ini tidak lagi cukup dilakukan secara
konvensional, tetapi harus memanfaatkan teknologi informasi sebagai media
penyampaian pesan-pesan keagamaan yang lebih luas dan tepat sasaran.
“Kita
perlu mendorong para dai dan pengurus majelis taklim untuk mampu menggunakan
media digital secara bijak, kreatif, dan berlandaskan nilai-nilai moderasi
beragama,” ujarnya.
Jalaluddin
menyampaikan bahwa dakwah di era modern tidak cukup dilakukan dengan pendekatan
konvensional semata. Perubahan zaman, kemajuan teknologi informasi, serta arus
globalisasi yang begitu cepat menuntut para dai dan penggerak majelis taklim
untuk menyesuaikan diri dalam menyampaikan pesan-pesan agama," tegasnya.
a
menekankan bahwa dakwah inklusif berarti menjangkau seluruh elemen masyarakat
tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun status ekonomi.
Sementara itu, pendekatan adaptif mengharuskan para dai untuk memanfaatkan
berbagai platform digital seperti media sosial, podcast, video dakwah di
YouTube, hingga aplikasi mobile untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih
dekat dengan dunia digital.
Sedangkan
aspek transformatif, menurut beliau, menyangkut misi dakwah yang tidak hanya
menyampaikan ceramah, tetapi mampu membangun kesadaran, memberdayakan umat,
serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dan sejalan dengan
ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Kita
tidak bisa menunggu umat datang ke masjid atau majelis taklim. Kita yang harus
hadir di tengah-tengah mereka, bahkan melalui layar ponsel sekalipun. Mari kita
ubah cara dakwah kita menjadi lebih solutif dan menyentuh kehidupan
sehari-hari,” imbuhnya.
Acara ini diikuti oleh100 peserta dari berbagai majelis taklim se-Kabupaten Tulang Bawang dan berlangsung dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dan peran majelis taklim dalam pembangunan masyarakat religius di era modern.