Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kakankemenag Tulang Bawang Sampaikan Strategi Dakwah Digital dalam Pembinaan Majelis Taklim.

Selasa, 06 Mei 2025 Humas Tulang Bawang
Kakankemenag Tulang Bawang Sampaikan Strategi Dakwah Digital dalam Pembinaan Majelis Taklim.
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemang (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin, menyampaikan pentingnya pendekatan dakwah yang inklusif, adaptif, dan transformatif dalam menghadapi era digital. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Majelis Taklim yang digelar hari ini di Aula KBIHU Al Mahsyur Unit 2, Selasa (06/05/2025).

Dalam pemaparan materinya  Kakankemenag menegaskan bahwa dakwah saat ini tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional, tetapi harus memanfaatkan teknologi informasi sebagai media penyampaian pesan-pesan keagamaan yang lebih luas dan tepat sasaran.

“Kita perlu mendorong para dai dan pengurus majelis taklim untuk mampu menggunakan media digital secara bijak, kreatif, dan berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama,” ujarnya.


Jalaluddin menyampaikan bahwa dakwah di era modern tidak cukup dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. Perubahan zaman, kemajuan teknologi informasi, serta arus globalisasi yang begitu cepat menuntut para dai dan penggerak majelis taklim untuk menyesuaikan diri dalam menyampaikan pesan-pesan agama," tegasnya.

a menekankan bahwa dakwah inklusif berarti menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun status ekonomi. Sementara itu, pendekatan adaptif mengharuskan para dai untuk memanfaatkan berbagai platform digital seperti media sosial, podcast, video dakwah di YouTube, hingga aplikasi mobile untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih dekat dengan dunia digital.

Sedangkan aspek transformatif, menurut beliau, menyangkut misi dakwah yang tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi mampu membangun kesadaran, memberdayakan umat, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dan sejalan dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.


“Kita tidak bisa menunggu umat datang ke masjid atau majelis taklim. Kita yang harus hadir di tengah-tengah mereka, bahkan melalui layar ponsel sekalipun. Mari kita ubah cara dakwah kita menjadi lebih solutif dan menyentuh kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Acara ini diikuti oleh100  peserta dari berbagai majelis taklim se-Kabupaten Tulang Bawang dan berlangsung dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dan peran majelis taklim dalam pembangunan masyarakat religius di era modern.


Editor: Aditya Catur