Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 H pada Senin (30/3) di Aula Saibatin, kantor setempat. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat, ASN, serta tamu undangan sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca-Ramadan.
Dalam
sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama
Provinsi Lampung, Zulkarnain,
menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan momen penting untuk saling memaafkan
dan kembali kepada fitrah.
“Momentum
Halal Bihalal ini mengajarkan kita untuk kembali ke fitrah, seperti bayi yang
baru dilahirkan, bersih dari dosa. Namun, dosa kepada sesama manusia tidak akan
terhapus tanpa adanya saling memaafkan,” ujarnya.
Ia
menjelaskan bahwa Ramadan menjadi sarana pengampunan dosa kepada Allah SWT,
tetapi hubungan antarmanusia harus diselesaikan dengan keikhlasan hati. Oleh
karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk saling membuka diri, menghilangkan
dendam, serta mempererat ukhuwah.
Selain itu,
Zulkarnain juga menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan. Menurutnya, ilmu
akan menjaga dan menuntun seseorang menuju kesejahteraan, berbeda dengan harta
yang dapat memperbudak manusia jika tidak diiringi dengan ilmu.
Dalam
kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh
jajaran atas segala kekhilafan selama menjalankan tugas sebagai pimpinan.
“Atas nama
pribadi dan Kepala Kanwil, saya memohon maaf lahir dan batin. Saya menyadari
sebagai manusia tentu tidak luput dari kesalahan, baik dalam ucapan maupun
tindakan,” ucapnya.
Kegiatan
tersebut turut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ahmad Yani. Dalam ceramahnya, ia mengajak
seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri menuju
pribadi yang lebih baik.
Menurutnya,
Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, tetapi proses penyucian diri, baik secara
fisik maupun spiritual. “Ramadan telah berlalu, namun nilai-nilainya harus
tetap membekas dalam kehidupan kita. Kita diibaratkan seperti kepompong yang telah
berubah menjadi kupu-kupu menjadi pribadi yang lebih bersih dan lebih baik,”
tuturnya.
Ia juga
menekankan bahwa Halal Bihalal merupakan sarana untuk kembali kepada fitrah
dengan saling memaafkan dan mengikhlaskan kesalahan orang lain. Meski demikian,
memaafkan bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan kelapangan hati dan
keikhlasan.
Lebih lanjut,
ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat tingkatan dalam memaafkan.
Orang yang meminta maaf memiliki keutamaan, namun yang lebih utama adalah orang
yang mampu memberi maaf dengan tulus.
Selain itu, Ia
juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan harmonis dalam keluarga dan
lingkungan kerja, dengan mengedepankan komunikasi yang baik, saling menghargai,
serta memahami karakter masing-masing.
Di akhir
ceramahnya, Ahmad Yani mengajak seluruh
peserta untuk terus menjaga semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,
memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial.
Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antar peserta sebagai
simbol saling memaafkan, sekaligus memperkokoh kebersamaan di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Lampung. (Humas)
Penulis : Anggithya
Fotografer : Humas Kanwil Kemenag Lampung
