Metro (Humas) --- Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag)
Provinsi Lampung, Puji Raharjo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di
Kemenag untuk terus mengasah diri menjadi manusia pembelajar dalam kegiatan
pelatihan yang diadakan di Kota Metro, Senin, 08 Juli 2024.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memiliki ciri-ciri
manusia pembelajar agar dapat menghadapi tantangan di era modern yang terus
berubah dengan cepat.
"Kita ini, punya modal yang sama dan potensi yang sama. Yang
membedakan kita adalah kemampuan dari masing-masing kita untuk bisa beradaptasi
dengan lingkungan sekitar. Sepanjang tahun, Kemenag terus melakukan pelatihan
seperti ini, tetapi apakah ini menambah perkembangan SDM Kementerian Agama?
Tentu tidak, jika dari kita sendiri tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan
sekitar," ujar Puji Raharjo.
Beliau menambahkan, "Hari ini kita harus beradaptif dengan
cepat dan cermat. Oleh karena itu, saya mengajak keluarga Kemenag, khususnya
pondok pesantren, untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada."
Puji Raharjo juga menyoroti bahwa dunia telah berubah sangat
drastis sejak tahun 2011, tetapi banyak ASN Kemenag yang masih menggunakan
cara-cara lama dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengajar. Beliau menekankan
perlunya mengadopsi cara-cara baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"ASN Kemenag masih melakukan cara-cara lama untuk
menyelesaikan pekerjaan kita, begitu juga cara kita mengajar yang masih sama seperti
cara kita belajar dulu. Padahal, cara siswa-siswi kita belajar saat ini sudah
sangat berbeda," jelasnya. "Cara kita berhumas juga masih sama dengan
yang dahulu. Oleh karena itu, saya mengajak semua peserta untuk dapat
beradaptasi dan mengembangkan hal-hal baru."
Puji Raharjo menekankan ciri-ciri manusia pembelajar yang harus
dimiliki oleh ASN Kemenag Pertama, Rasa Ingin Tahu yang Tinggi. Mereka selalu
tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia di sekitar mereka dan
senantiasa mencari informasi baru. Kedua, Motivasi Intrinsik. "Kita harus
termotivasi oleh keinginan untuk belajar demi kepuasan pribadi dan pengembangan
diri," katanya.
Ketiga, Keterbukaan Terhadap Pengalaman Baru, ita harus terbuka
terhadap ide-ide baru dan siap menghadapi tantangan. Keempat, Kemampuan untuk
Beradaptasi dimana kita harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap
perubahan. Kelima, Kemampuan Refleksi Diri dimana mereka merenungkan pengalaman
mereka dan belajar dari kesalahan serta keberhasilan. Keenam, Proaktif dalam
Belajar, dimana kita harus mengambil inisiatif dalam proses belajar. Ketujuh,
Fleksibilitas Pemikiran, mampu berpikir secara fleksibel dan kreatif, dan
terakhir adalah Keterampilan Berkolaborasi. Kita harus mampu bekerja dengan
orang lain dan belajar dari kolaborasi.
Dalam kesempatan ini, Puji Raharjo juga menyampaikan pesan penting
untuk menghindari judi online yang dapat membahayakan masyarakat. "Saya
menyampaikan titipan dari Gusmen untuk menghindari judi online karena dapat
membahayakan kita semua. Mulai dari keluarga kita agar dapat menghindari judi
online."
"Saya juga berharap agar ASN Kemenag dapat terus mengasah
diri dan beradaptasi dengan perubahan yang ada," pintanya sembari menutup
acara.
Sebelumnya, Ketua Panitia Irwansyah dalam laporannya menyampaikan
Pelatihan Di Wilayah Kerja bertujuan untuk memudahkan semua pegawai di bawah
naungan Kementerian Agama khususnya di Unit Kerja Loka Diklat Keagamaan Bandar
Lampung untuk mendapatkan Pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam
menunjang kinerja sebagai abdi negara, untuk meningkatkan kompetensi, menambah
pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku. Sehingga mampu bekerja secara
professional dilingkungan satkernya masing–masing.
“Kegiatan ini akan dididik dan dilatih di 3 Angkatan Pelatihan Diwilayah
Kerja ini sebanyak 105 orang yang terdiri atas PDWK bidang T.I.K Pondok
Pesantren Angkatan II, Metodologi Pembelajaran Angkatan II, Kehumasan Angkatan
III Di lingkungan kementerian Agama kota Metro. Materi selama 6 hari yang
materinya terbagi ke dalam 3 kelompok yaitu Kelompok Dasar, Kelompok Inti, dan
Kelompok Penunjang,” rincinya.
“Pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka yang berlangsung
selama 6 hari bertempat di Kampus 1 MAN 1 Metro dengan jadwal pembelajaran dari
pukul 07.30 WIB s.d selesai dengan diselingi waktuwaktu istirahat,” bebernya.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Kota Metro, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Metro, Kepala MAN 1 Metro, Narasumber PDWK, dan tamu undangan lainnya.(Anggithya/Baihaqi/Ridho)
