Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan pentingnya pengelolaan data yang cepat, akurat, dan terintegrasi dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Zulkarnain saat membuka Sosialisasi Penilaian Indeks Pembangunan Statistik (IPS) bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung, Selasa (21/4/2026), di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu.
“Data harus
tersedia dengan cepat, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau diminta,
jangan dipersulit. Ini menjadi bagian penting dalam pelayanan publik dan
pengambilan kebijakan,” ujar Zulkarnain.
Ia menekankan
bahwa seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag wajib mendukung kebijakan satu
data dengan memastikan setiap informasi yang dimiliki dapat diakses dan
digunakan secara optimal. Menurut dia, keterlambatan atau ketidakakuratan data
dapat berdampak pada terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau tidak
menyerahkan data, berarti tidak bisa bekerja dengan baik. Ini akan menjadi
bahan evaluasi,” tegasnya.
Selain itu,
Zulkarnain juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas statistik sektoral
melalui penguatan tata kelola data, mulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga
diseminasi. Ia menyebut, penilaian IPS menjadi indikator penting dalam mengukur
kematangan penyelenggaraan statistik di instansi pemerintah.
Dalam
kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya integritas dan kedisiplinan
aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat
ditentukan oleh komitmen pegawai dalam bekerja secara disiplin, jujur, dan
bertanggung jawab.
“Kesuksesan
itu ditentukan oleh disiplin, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. ASN
harus menunjukkan integritas dalam setiap tugasnya,” kata dia.
Zulkarnain
turut mendorong optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS)
di lingkungan Kemenag untuk membantu meningkatkan kesejahteraan pegawai,
khususnya tenaga non-ASN. Ia menyebut, kebijakan tersebut telah membantu
meningkatkan penghasilan sejumlah pegawai honorer.
“Kita ingin
memastikan tidak ada pegawai yang menerima di bawah Rp2 juta. Ini bentuk
kepedulian bersama melalui pengelolaan ZIS yang transparan dan terintegrasi,”
ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Pringsewu, Khuzil Afwa Kahuripan,
menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi IPS
menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data
keagamaan.
Menurut
Khuzil, penguatan statistik sektoral sangat diperlukan untuk mendukung
kebijakan berbasis data di lingkungan Kementerian Agama.
“Kami
menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman terkait
mekanisme penilaian statistik sektoral, sekaligus mendorong peningkatan kualitas
data dan kapasitas SDM,” ujarnya.
Ia
menjelaskan, Kemenag Pringsewu memiliki sumber daya yang cukup besar, mulai
dari ASN, madrasah, hingga pesantren, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan
data yang baik dan terintegrasi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan kerja mampu
meningkatkan kualitas data serta mendukung terwujudnya kebijakan satu data di
lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Ketua Tim Data dan Informasi Kanwil Kemenag Lampung, serta para pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. (Humas)
Fotografer : Azis/Rizki
