Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran sentral dalam menyukseskan implementasi Early Warning System (EWS) Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun (SI-RUKUN) merupakan instrumen strategis dalam mencegah Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan (KSBK). Hal tersebut disampaikan ia saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Rabu (10/12).
Dalam paparannya, Zulkarnain menjelaskan bahwa SI-RUKUN merupakan inovasi strategis yang dirancang untuk memetakan potensi kerawanan, menangkap gejala disharmoni sosial, serta memberikan peringatan dini sebelum potensi konflik berkembang. Namun, teknologi tersebut hanya akan efektif jika didukung oleh peran nyata para penyuluh agama di lapangan.
“Penyuluh agama memegang peran kunci dalam memastikan SI-RUKUN berjalan. Bapak dan Ibu semua adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan paling cepat membaca perubahan sosial yang terjadi,” ujarnya.
Zulkarnain menekankan bahwa penyuluh agama bukan sekadar pemberi bimbingan keagamaan, tetapi juga “sensor sosial” yang mampu mendeteksi gejala kerawanan, isu sensitif, serta potensi gesekan antarwarga. Informasi ini, kata dia, sangat penting untuk segera diinput ke dalam SI-RUKUN agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara terukur.
“SI-RUKUN memberi alat, tetapi penyuluh memberikan data dan konteks. Tanpa laporan dari penyuluh, sistem tidak akan dapat membaca kondisi sesungguhnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyuluh memiliki jejaring yang luas, baik dengan tokoh agama, tokoh adat, maupun lembaga masyarakat, sehingga menjadi jembatan penting untuk membangun komunikasi lintas unsur dan mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga mendorong penguatan kapasitas penyuluh agama, terutama terkait literasi digital, pemetaan sosial, serta teknik mediasi berbasis nilai-nilai moderasi beragama. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar penyuluh dapat mengoptimalkan fungsi deteksi dini.
“Penyuluh harus adaptif. Tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memahami dinamika sosial, membaca data, dan mengetahui cara meredam potensi konflik sejak dini,” ujarnya.
Ia meminta seluruh penyuluh agama di Kabupaten Lampung Timur untuk memperkuat koordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pemerintah daerah untuk mempercepat respons ketika SI-RUKUN menunjukkan adanya indikasi kerawanan.
Zulkarnain menutup arahannya dengan mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan kerukunan sebagai prioritas sekaligus budaya kerja.
“Jika penyuluh kuat dan SI-RUKUN berjalan, insyaallah potensi konflik bisa kita cegah jauh sebelum muncul ke permukaan. Kerukunan bukan hanya dipertahankan, tetapi diperkuat setiap hari,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Indra Jaya, melaporkan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di wilayahnya relatif stabil dan kondusif. Meski demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap isu-isu sosial keagamaan yang dapat memicu ketegangan.
“Secara umum Lampung Timur aman dan rukun. Komunikasi antarumat beragama berjalan baik, dan FKUB terus melakukan penguatan dialog lintas iman. Namun, dinamika lapangan tetap harus dipantau agar potensi gesekan dapat diantisipasi lebih awal,” kata Indra Jaya.
"Melalui koordinasi rutin antara penyuluh agama, FKUB, dan aparatur pemerintah daerah, pihaknya berupaya menjaga stabilitas sosial secara berkelanjutan," tandasnya.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh pejabat struktural, penghulu, penyuluh agama, serta ASN dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Usai pembinaan, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung melakukan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng. Ia berharap PLHUT Lampung Timur hadir untuk mempermudah layanan jamaah haji dan umrah. Dengan fasilitas yang lebih dekat dan lengkap, masyarakat dapat mengurus seluruh kebutuhan ibadahnya secara lebih cepat dan efisien.(Anggithya/Kevin/Baihaqi)
