Search

Kakanwil Kemenag Lampung: Pesantren Bentengi Generasi Dari Pengaruh Negatif

kakanwil-kemenag-lampung-pesantren-bentengi-generasi-dari-pengaruh-negatif
Fotografer: Aziz

Tuba, Kanwil Kemenag Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, terutama di era digital yang sarat tantangan moral dan sosial.

Pernyataan itu disampaikan Zulkarnain saat memberikan ceramah pada kegiatan Tasyakuran dan Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tulang Bawang, Sabtu (23/5/2026), di halaman pondok pesantren setempat.

"Pesantren menghadirkan lingkungan yang baik bagi anak. Penggunaan gawai dibatasi, pengaruh negatif diminimalisasi, dan mereka dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan bertakwa," ujar Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, tantangan terbesar orang tua saat ini adalah menjaga anak dari dampak buruk pergaulan bebas, penggunaan media sosial yang tidak terkendali, serta berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan teknologi digital. Karena itu, pendidikan berbasis asrama seperti pesantren dinilai menjadi salah satu alternatif penting dalam pembentukan karakter anak.

Ia menegaskan, pesantren dan madrasah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

"Madrasah dan pesantren tidak hanya mencetak kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Anak-anak dibentuk agar menjadi pribadi yang saleh, berilmu, dan memiliki akhlak yang baik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain juga mengapresiasi capaian para santri, termasuk kemampuan hafalan Al Quran dan penguasaan bahasa asing yang dinilai menjadi nilai tambah pendidikan pesantren. Menurut dia, lingkungan pendidikan berbasis pesantren terbukti mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik sekaligus memiliki fondasi keagamaan yang kuat.

Selain itu, ia mengingatkan para santri agar tetap menghormati guru dan berbakti kepada orang tua sebagai bagian penting dari keberhasilan hidup.

"Setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, jangan pernah meninggalkan adab kepada guru dan bakti kepada orang tua. Ridha orang tua menjadi bagian penting dari keberhasilan seorang anak," ujar Zulkarnain.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberikan stigma negatif terhadap pesantren akibat perilaku segelintir oknum. Menurut dia, pesantren selama ini telah banyak melahirkan generasi yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Jangan karena satu kasus lalu menggeneralisasi semua pesantren. Banyak lulusan pesantren yang menjadi tokoh, pemimpin, dan membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

Di akhir ceramahnya, Zulkarnain berharap para santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tulang Bawang dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan bangsa. (Humas)


Editor: Anggithya
Copyright : Datin Kanwil