Search

Kakanwil Kemenag: Penyuluh Agama Harus Jadi Influencer Positif di Media Sosial

kakanwil-kemenag-penyuluh-agama-harus-jadi-influencer-positif-di-media-sosial
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai influencer positif di media sosial. 

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Capacity Building Penyuluh Agama Islam Upaya Optimalisasi Layanan Revitalisasi KUA di Provinsi Lampung, Senin (20/5) di Ballroom Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Puji Raharjo menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar untuk menyebarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran di tengah masyarakat. 

"Di era digital ini, media sosial menjadi salah satu sarana utama dalam menyampaikan pesan dan informasi. Penyuluh agama harus mampu memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan kebaikan dan mencegah penyebaran hoaks serta ujaran kebencian," ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh agama dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara efektif. 


"Kita harus memastikan bahwa penyuluh agama memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat konten yang menarik dan edukatif, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama generasi muda," tambah Puji Raharjo.

Selain itu, Puji Raharjo juga mengajak para penyuluh agama untuk aktif berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal dan organisasi masyarakat lainnya.

 "Kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memperkuat pesan yang kita sampaikan. Dengan bergandengan tangan, kita bisa lebih efektif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kredibilitas sebagai penyuluh agama. "Sebagai penyuluh agama, kita harus menjadi teladan dalam segala aspek, termasuk dalam berinteraksi di media sosial. Jangan sampai kita terjebak dalam polemik yang tidak produktif atau menyebarkan informasi yang tidak akurat," pesan Puji Raharjo.

Puji Raharjo berharap, melalui kegiatan Capacity Building ini, penyuluh agama dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan positif dan menginspirasi masyarakat untuk hidup dalam kerukunan dan saling menghargai. 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyuluh agama di Provinsi Lampung dapat semakin berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan positif, serta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

"Mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan keberagaman melalui media sosial," tutupnya.


Sebelumnya, Kasubdit Penyuluh Agama Islam Kemenag RI, Amirullah, dalam laporannya menyampaikan kegiatan diikuti oleh 100 orang Peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam Se-Provinsi Lampung. "Penyuluh Agama Islam yang menjadi peserta pada kegiatan ini berusia 45 tahun ke bawah," terangnya.

Kegiatan Capacity Building Penyuluh Agama Islam di Provinsi Lampung ini merupakan langkah strategis dalam upaya optimalisasi layanan Revitalisasi KUA. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan penyuluh agama Islam selalu memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Provinsi Lampung. Capacity Building ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme penyuluh agama Islam, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," katanya.

Ia menuturkan Penyuluh Agama Islam adalah orang yang bertugas dalam menyampaikan pesan agama dan pembangunan melalui bahasa agama. "Bapak dan ibu adalah alat negara, perpanjangan Kementerian Agama kepada masyarakat," katanya.

"Oleh karena itu, kita ingin memastikan peserta yang hadir ini bisa dihandalkan, kompak, satu kompak, lebih semangat, profesional, dan integritas serta jadikan profesi Penyuluh Agama Islam adalah jabatan yang luar biasa," ujarnya.


Para peserta Capacity Building menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. "Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Kami jadi lebih paham bagaimana cara membuat konten yang menarik dan positif di media sosial," ujar salah satu peserta, Siti Aisyah, penyuluh agama dari Kabupaten Pringsewu.

Di akhir acara, para peserta diminta untuk membuat rencana aksi yang konkret dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi. Rencana aksi tersebut kemudian akan dipantau dan dievaluasi oleh Kanwil Kemenag Lampung untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini.(Anggithya/Aditya/Baihaqi)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil