Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- TU Kasubbag H. Miftahus Surur, S.Ag., M.Si didampingi Analisis Kinerja Akromiyah, S.Pd.I dan peserta P3K Kankemenag Lambar menghadiri Pembukaan Nasional Orientasi Pemerintahan Perjanjian Resmi dengan Perjanjian Kerja ( P3K) pada Kementerian Agama se-Indonesia secara virtual. Bertempat di Aula Kankemenag Kabupaten Lampung Barat. Kamis, 25 Januari 2024.
Memimpin pembukaan, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gusmen memberikan arahan sekaligus membuka langsung orientasi P3K secara nasional. Seperti diketahui, kegiatan ini dimotori oleh Badan Penelitian dan Pelatihan Kementerian Agama RI.
Gusmen mengatakan ada 2 hal yang penting dan harus dilakukan ASN, yakni pertama, sikap mental dalam mengabdi.
“ASN Kemenag sebaiknya mengubah paradigma dan sikap kerja, dari dilayani menjadi melayani. Kita tidak lagi hidup di zaman kolonial dimana semua orang ingin dilayani. Saya tidak ingin melihat atau mendengar buruknya pelayanan di jajaran aparatur. Kementerian,” ujarnya.
Kedua, ASN harus mempunyai tata krama, etika, dan tata krama. Sebab menurut Gusmen, Adab mempunyai arti kesantunan, kehalusan, dan kebaikan. Adab menunjukkan dan mencerminkan kemajuan suatu kelompok dan bangsa. Tidak melanggar hukum dan menjaga ketertiban adalah bagian dari sopan santun.
Lebih lanjut mengenai etika, Gusmen menjelaskan bahwa cara hidup yang baik, bagaimana seseorang berbuat baik, dan menginginkan hal-hal baik dalam hidupnya harus benar-benar diterapkan.
Dan yang terakhir, masyarakat Indonesia mengetahui yang namanya sopan santun, yaitu aturan-aturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, dalam bersosialisasi dengan orang lain, maupun masyarakat. Menjaga kesusilaan dan ketertiban, itulah tata krama kita yang harus dijaga, selalu dijaga,” jelasnya.
Terakhir, Kasubbag TU Miftahus Surur mengingatkan ASN P3K untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat seperti yang telah ditunjukkan Menteri Agama RI.
“Ikuti orientasi ini dengan seksama, terutama waktu yang diberikan selama 26 jam pembelajaran. Fokus mengikuti seluruh jaringan dan instruksi yang diberikan narasumber. Setelah itu implementasikan dalam kinerja khususnya dalam memberikan pelayanan,” ujarnya. (Boy/K.TU)
