Bandar Lampung, Kemenag (Humas) —
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Bandar Lampung menggelar Workshop Kurikulum
Berbasis Cinta dan Pemanfaatan Teknologi, Platform Digital yang diikuti oleh
kepala dan guru madrasah Se-KKM MIN 5 Bandar Lampung, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di aula MIN 5 Bandar Lampung tersebut dimulai pukul
08.00 WIB hingga selesai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, membuka secara resmi sekaligus menyampaikan materi utama. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Said Karimin, Pengawas Madrasah, Jumiyanti, narasumber Syahrul, Kepala MIN 5 Bandar Lampung, Fakihah, serta peserta dari madrasah anggota KKM MIN 5 Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Makmur
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai penting
dalam penguatan kurikulum madrasah di era digital. Ia menegaskan bahwa
Kurikulum Berbasis Cinta menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta
didik agar memiliki kepekaan sosial, semangat belajar, dan akhlak mulia. Selain
itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan platform digital
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Penyusunan kurikulum madrasah berpedoman pada KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas pembelajaran dan penguatan karakter. Sejalan dengan itu, Kurikulum Berbasis Cinta yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025 hadir sebagai pendekatan pembelajaran berlandaskan nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Penerapannya juga mendukung Roadmap Digitalisasi Madrasah Kemenag RI dalam mewujudkan madrasah modern dan adaptif di era digital.
Lebih lanjut, Makmur
menambahkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Trilogi
Kerukunan sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama, yakni kerukunan antarumat
beragama, kerukunan intern umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama
dengan pemerintah. “Dengan penerapan nilai cinta dan kerukunan, pendidikan
madrasah akan menjadi lebih inklusif, humanis, dan berdaya saing di tengah
kemajuan teknologi,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarmadrasah di bawah KKM MIN 5 Bandar Lampung dalam mengimplementasikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, berakar pada nilai-nilai keagamaan, serta sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. (Mushollin/ Ali)