Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kankemenag Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta dan Transformasi Digital Madrasah

Selasa, 21 Oktober 2025 Humas Bandar Lampung
Kankemenag Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta dan Transformasi Digital Madrasah
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Bandar Lampung menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pemanfaatan Teknologi, Platform Digital yang diikuti oleh kepala dan guru madrasah Se-KKM MIN 5 Bandar Lampung, Selasa (21/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula MIN 5 Bandar Lampung tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, membuka secara resmi sekaligus menyampaikan materi utama. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Said Karimin, Pengawas Madrasah, Jumiyanti, narasumber  Syahrul, Kepala MIN 5 Bandar Lampung, Fakihah, serta peserta dari madrasah anggota KKM MIN 5 Bandar Lampung.


Dalam sambutannya, Makmur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai penting dalam penguatan kurikulum madrasah di era digital. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepekaan sosial, semangat belajar, dan akhlak mulia. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan platform digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Penyusunan kurikulum madrasah berpedoman pada KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas pembelajaran dan penguatan karakter. Sejalan dengan itu, Kurikulum Berbasis Cinta yang diatur melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025 hadir sebagai pendekatan pembelajaran berlandaskan nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Penerapannya juga mendukung Roadmap Digitalisasi Madrasah Kemenag RI dalam mewujudkan madrasah modern dan adaptif di era digital.


Lebih lanjut, Makmur menambahkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Trilogi Kerukunan sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama, yakni kerukunan antarumat beragama, kerukunan intern umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. “Dengan penerapan nilai cinta dan kerukunan, pendidikan madrasah akan menjadi lebih inklusif, humanis, dan berdaya saing di tengah kemajuan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarmadrasah di bawah KKM MIN 5 Bandar Lampung dalam mengimplementasikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, berakar pada nilai-nilai keagamaan, serta sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. (Mushollin/ Ali)


Editor : Fadilah