Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Lampung, Zulkarnain, membuka secara resmi Workshop Implementasi
Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI)
se-Kota Bandar Lampung, Rabu (4/2/2026), bertempat di Soeltan Luxe Hotel
Sultan/Nusantara, Bandar Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag
Provinsi Lampung bersinergi dengan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI se-Kota
Bandar Lampung.
Workshop yang diikuti oleh 340 guru MI tersebut bertujuan memperkuat pemahaman dan kompetensi pendidik madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum yang menekankan nilai cinta, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup berbasis ekoteologi. Program ini menjadi bagian dari penguatan peran strategis madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, inklusif, dan berwawasan keberlanjutan.
Dalam amanat pembinaannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung,
Zulkarnain, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan
pendidikan yang menempatkan kasih sayang, toleransi, dan moderasi beragama
sebagai fondasi utama proses pembelajaran. Ia menekankan bahwa moderasi
beragama menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa,
sementara ekoteologi memperkuat kesadaran teologis umat beragama dalam merawat
dan melestarikan lingkungan hidup.
Lebih lanjut, Zulkarnain, sampaikan bahwa penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi selaras dengan arah kebijakan Kemenag Berdampak dan Asta Protas Kementerian Agama, yang mendorong transformasi pendidikan keagamaan agar adaptif, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Guru madrasah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar akademik, tetapi juga sebagai pendidik nilai yang menanamkan cinta kasih, integritas, tanggung jawab sosial, serta kepedulian ekologis sejak dini.
Workshop ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Lampung Zulkarnain, Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradona, Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Heri Setiawan, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung H. Erwinto, perwakilan Loka Diklat
Keagamaan Bandar Lampung Irwansyah, Kasi Pendidikan Madrasah Said Karimin, para
ketua tim, pengawas madrasah, narasumber, jajaran Kanwil dan Kankemenag Kota
Bandar Lampung, tim manajemen, kepala MIN, serta para guru peserta workshop KKM
MI se-Kota Bandar Lampung.
Melalui workshop ini, para guru didorong menjadi agen perubahan dengan menghadirkan pembelajaran yang humanis, aman, dan berempati. Integrasi nilai cinta, moderasi beragama, dan ekoteologi diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang berkarakter rahmatan lil ‘alamin, berwawasan kebangsaan, peduli lingkungan, serta siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (Humas)
Editor: Fadilah
