Lampung Utara, Kemenag (Humas) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) menggelar rapat koordinasi daerah bidang pendidikan madrasah di lingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Kamis (9/4/2026), di Aula MTsN 1 Lampung Utara.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, dalam arahannya kepada kepala madrasah negeri dan swasta, Kelompok Kerja Pengawas Madrasah, serta pengurus K3RA dan IGRA se-Kabupaten Lampung Utara, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk saling berbagi aspirasi, mengidentifikasi kelemahan, serta mencari solusi atas berbagai kendala guna meningkatkan mutu madrasah.
Ia menegaskan pentingnya menjalankan tugas secara amanah serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam mendidik siswa, tanpa kekerasan.
“Perlakukan peserta didik dengan istimewa. Di balik setiap kelemahan pasti ada kelebihan. Karena itu, tebarkan kasih sayang kepada semua,” ujarnya.
Zulkarnain juga mendorong penerapan model pembelajaran yang adaptif, yakni deep learning (pembelajaran mendalam), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan). Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sikap moderat dalam menghadapi karakter peserta didik yang beragam.
Sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Herry Setiawan, dalam laporannya menyampaikan data kelembagaan madrasah di Lampung Utara. Tercatat sebanyak 79 Raudhatul Athfal (RA), 61 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 66 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 36 Madrasah Aliyah (MA), dengan total jumlah siswa mencapai 25.278 orang.
Herry menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari kepala madrasah, pengawas, hingga organisasi profesi seperti K3RA dan IGRA, guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan agar madrasah semakin maju, berkualitas, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Aprizandi, dalam sambutannya menyoroti masih banyaknya guru swasta yang belum memiliki sertifikasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan pemenuhan kualifikasi tenaga pendidik.
Aprizandi
berharap terjalin sinergi yang kuat dalam memajukan madrasah di Lampung Utara. ”Dengan
sinergi yang baik, mari kita majukan madrasah di Lampung Utara. Ke depan, kita
berharap dukungan dan bantuan untuk madrasah semakin meningkat,” Pungkasnya.
(Dewi/Lisa)