Pesisir Barat – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Rapat Kerja dan Pembinaan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim se-Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (15/4/2025), bertempat di Aula PLHUT Kantor Kemenag Pesisir Barat.
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pokja Majelis Taklim merupakan wadah koordinasi dari berbagai kelompok majelis taklim yang tumbuh dari unsur-unsur masyarakat. Menurutnya, keberadaan majelis taklim sangat strategis dalam pembinaan keagamaan, penguatan karakter bangsa, serta peningkatan literasi keislaman di tengah masyarakat.
“Majelis taklim adalah bagian dari masyarakat yang memiliki potensi besar dalam membentuk karakter keagamaan dan moralitas sosial. Kementerian Agama memiliki fungsi sebagai pembina majelis taklim, sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 29 Tahun 2019. Melalui majelis taklim, kita bisa membangun peradaban umat yang religius, moderat, dan toleran,” ujar Erwinto.
Ia juga menegaskan pentingnya prinsip Selamat Syari, Selamat Regulasi, dan Selamat NKRI dalam pengelolaan dan pengembangan majelis taklim di era kini.
“Majelis taklim harus dikelola secara syar’i sesuai dengan ajaran Islam, patuh terhadap regulasi yang berlaku, dan tentu saja menjaga komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah tiga pilar yang harus terus dijaga dalam setiap aktivitas keagamaan,” tegas Erwinto.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, Helmi, yang turut memberikan sambutan bersama jajaran pejabat Kemenag setempat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan peran dan fungsi kelembagaan majelis taklim di daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang diwakili oleh Asisten III, Drs. Gunawan, M.Si., mengapresiasi keberadaan majelis taklim sebagai sarana pembinaan keagamaan yang telah lama mengakar di tengah masyarakat.
“Potensi majelis taklim luar biasa. Selama ini kiprah BKMT sebagai salah satu wadah majelis taklim masih terfokus pada bidang keagamaan. Ke depan, kiprah ini perlu dikembangkan ke berbagai aspek lain seperti sosial, ekonomi, dan pendidikan,” ujar Gunawan.
Raker dan pembinaan ini bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan, meningkatkan kapasitas pengurus, serta menggali peran strategis majelis taklim dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.