Way Kanan,
Kemenag (Humas) - - Dalam upaya memenuhi komitmen Transformasi Digital 2024,
Kanwil Kemenag Provinsi Lampung gelar Monitoring dan Evaluasi (Monev)
implementasi transformasi digital serta sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem
Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) versi 3.0 dan Tanda Tangan
Elektronik di Kemenag di Kantor Kemenag Way Kanan bertepat di Aula Amal Bhakti,
Senin (10/6/2024).
Monev ini
diikuti oleh Admin tata persuratan kemenag, KUA dan Madrasah Negeri
se-Kabupaten Way Kanan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi,
transparansi, dan keamanan dalam pengelolaan dokumen serta proses
administratif.
Srikandi
memberikan kemudahan dalam manajemen kearsipan di Kemenag. Dengan sistem yang
terintegrasi, pegawai dapat dengan mudah mengakses, menyimpan, dan mencari
dokumen secara elektronik. Hal ini dapat mempercepat proses administratif.
Selain itu,
penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) menjadi langkah terbaru Kemenag dalam
meningkatkan efisiensi administrasi. Dengan TTE, dokumen-dokumen resmi dapat
ditandatangani secara elektronik, menghilangkan kebutuhan akan tanda tangan
konvensional yang memakan waktu. TTE juga meningkatkan keamanan dokumen dengan
mengurangi risiko pemalsuan.
Kepala Kantor
Kementerian Agama dalam hal ini diwakili langsung oleh Kepala Subbagian Tata
Usaha, Joko Susanto, SH., dalam sebuah pernyataan, menyambut baik penerapan
teknologi ini. Kasubbag menyatakan, "Penerapan SRIKANDI dan TTE merupakan
langkah strategis dalam upaya modernisasi sistem administrasi Kemenag serta
keamanan yang ditingkatkan oleh penggunaan TTE, yang membuat proses tanda
tangan lebih terpercaya dan efisien,” jelasnya.
Kasubbag TU
berharap dengan adanya SRIKANDI dan TTE, proses administratif di Kemenag Way
Kanan akan menjadi lebih efisien dan terstruktur. Penggunaan sistem informasi
kearsipan yang dinamis akan memudahkan akses, penyimpanan, dan pencarian
dokumen, sementara tanda tangan elektronik akan mempercepat proses otorisasi
dan persetujuan, dapat membantu mencegah pemalsuan dan manipulasi dokumen,
serta memberikan jejak audit yang jelas untuk setiap tindakan yang dilakukan
terhadap dokumen tersebut.
Disamping itu Diba Madya Margerefti, S.Kom., selaku Narasumber pada Monev tersebut memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta mengenai cara optimal dalam menggunakan fitur kearsipan aplikasi Srikandi dan TTE. Mereka diajarkan tentang prosedur pengarsipan yang baik, penyimpanan data yang aman, serta cara mencari dan mengakses. (Fit/Hand)
Editor : Fadilah