Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kasi
Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Tanggamus, Drs. H. Nursaad, M.M., M.Pd., menghadiri kegiatan Forum Pemantau
Netralitas ASN Kementerian Agama se-Lampung yang digelar di Aula MTsN 2 Bandar
Lampung, Jumat (27/09/2024). Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen para
Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjaga netralitas, terutama menjelang tahun
politik.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan ASN dari seluruh Kantor Kemenag se-Lampung, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan netralitas ASN dalam setiap kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa ASN harus berperan sebagai pilar yang menjunjung tinggi profesionalisme tanpa terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Selama forum berlangsung, para
peserta juga diberikan pemaparan mengenai regulasi dan sanksi terkait
pelanggaran netralitas ASN. Hal ini penting agar ASN di lingkungan Kementerian
Agama memiliki pemahaman yang lebih baik tentang batasan-batasan yang harus
dipegang teguh, terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah
situasi politik yang dinamis.
Drs. H. Nursaad, M.M., M.Pd.,
menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengingatkan kembali
pentingnya menjaga netralitas ASN, terutama bagi mereka yang bekerja dalam
bidang pelayanan publik. "Kita semua harus mampu menempatkan diri di tengah
masyarakat dengan tetap menjaga profesionalisme dan netralitas, sehingga
kepercayaan publik terhadap ASN dapat terus terjaga," ujarnya.
Forum ini juga menjadi ajang
diskusi bagi para peserta untuk bertukar pandangan dan pengalaman terkait
tantangan yang dihadapi dalam menjaga netralitas di lapangan. Para perwakilan
ASN dari berbagai daerah berbagi cerita mengenai bagaimana mereka menghadapi
godaan dan tekanan politik yang kerap muncul menjelang pemilu.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus menjaga netralitas ASN dalam rangka mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan adil. (Frans/Mela Basyar)