Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, H. Mardanus, S.Ag.,
M.M., bersama Penyusun Rencana Kebutuhan Rumah Tangga, Mawardi, S.E., mengikuti
kegiatan dialog bersama Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Dialog yang
berlangsung pada Selasa (27/08) ini mengangkat tema implementasi Zona
Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi
Bersih dan Melayani (WBBM). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus
sarana berbagi informasi dan pengalaman terkait upaya meningkatkan integritas
dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.
H. Mardanus, dalam kesempatan
tersebut, mengungkapkan bahwa kegiatan dialog ini sangat penting sebagai
referensi bagi pihaknya untuk mengoptimalkan pelaksanaan ZI di Kabupaten
Tanggamus. "Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai acuan untuk mengoptimalkan
implementasi Zona Integritas di Tanggamus," ujar Mardanus. Ia juga
menambahkan bahwa dengan adanya dialog ini, diharapkan dapat terbangun sinergi
dan komitmen yang kuat dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
Pada sesi diskusi, berbagai topik
dibahas, termasuk tantangan dan strategi dalam mewujudkan ZI, WBK, dan WBBM.
Mardanus menyoroti pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
aktif seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. "Kita harus
memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip good
governance," tegasnya. Ia juga mengapresiasi upaya Kementerian Agama Kota
Yogyakarta yang telah berhasil menerapkan berbagai inovasi dalam mendukung ZI.
Sementara itu, Mawardi, S.E.,
yang juga hadir dalam dialog ini, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan
wawasan baru mengenai bagaimana membangun budaya kerja yang berintegritas.
"Kami melihat bagaimana inovasi-inovasi yang diterapkan di Yogyakarta bisa
menjadi inspirasi untuk kami bawa dan terapkan di Tanggamus," ungkap
Mawardi. Menurutnya, dialog semacam ini sangat efektif dalam mendorong
pertukaran ide dan praktik terbaik antarunit di lingkungan Kementerian Agama.
Lebih lanjut, dialog ini juga
membahas peran penting pimpinan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas
dari korupsi dan berfokus pada pelayanan publik yang maksimal. H. Mardanus
mengungkapkan bahwa komitmen dari setiap pimpinan unit kerja sangat krusial
untuk menjadi contoh dan motor penggerak dalam implementasi ZI. "Pemimpin
harus menjadi role model dalam hal integritas dan pelayanan. Itu adalah kunci
sukses dari ZI," jelasnya.
Kegiatan dialog ini diharapkan
dapat menjadi momentum penting bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Tanggamus dalam memperkuat komitmen terhadap penerapan ZI, WBK, dan WBBM. Dengan
pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh, diharapkan langkah-langkah
konkret dapat segera diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. (Frans/Mela basyar)
