Tanggamus (Kemenag Humas) --
Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Mardanus,
memimpin jalannya tindak lanjut penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban
bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Aceh, dan sejumlah provinsi lainnya. Langkah ini merupakan
respon cepat atas imbauan resmi dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung terkait
partisipasi ASN dalam aksi solidaritas tersebut.
Dalam arahannya, Mardanus menegaskan pentingnya gerak bersama seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Tanggamus. Ia menyampaikan bahwa kepedulian ASN bukan sekadar bentuk bantuan materi, tetapi juga tanggung jawab moral dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang selalu dijunjung oleh Kementerian Agama.
Pertemuan koordinasi ini dihadiri
oleh perwakilan KUA, madrasah negeri, serta unit pelayanan lainnya. Mardanus
meminta setiap satker melakukan pendataan, sosialisasi, dan memastikan proses
pengumpulan bantuan berjalan tertib dan transparan. Ia juga menginstruksikan
agar setiap bantuan disertai bukti transfer untuk kemudian direkap dan
dilaporkan sesuai arahan Kanwil.
Dalam kesempatan tersebut, ia
menekankan bahwa donasi bersifat sukarela, namun diharapkan dapat menjadi wujud
empati yang nyata dari jajaran ASN Kemenag Tanggamus. “Kita pernah merasakan
beratnya musibah. Saat saudara-saudara kita membutuhkan uluran tangan, kita
hadir untuk membantu,” ujarnya dalam kegiatan itu.
Bantuan dari seluruh ASN nantinya akan disalurkan melalui Tim Tanggap Darurat Kementerian Agama RI melalui rekening resmi Bank Syariah Indonesia dengan nomor 7121241697 atas nama Tanggap Darurat Kemenag. Proses penghimpunan di tingkat Kabupaten Tanggamus ditargetkan selesai sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh Kanwil Kemenag Lampung.
Melalui kegiatan tindak lanjut ini, Mardanus berharap solidaritas ASN semakin kuat dan membawa manfaat bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa sulit akibat bencana. Kemenag Tanggamus berkomitmen menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang memberi harapan bagi para penyintas.(Frans/Mela basyar)