Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, bersama tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) melakukan kunjungan ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung, Senin (7/7/2025). Kunjungan ini dalam rangka pemantauan pelaksanaan program madrasah dan penggunaan dana BOS, sekaligus melihat langsung perkembangan fasilitas di lingkungan madrasah.
Kehadiran Kepala Kemenag disambut langsung oleh Kepala MIN 2 Bandar Lampung, Untung, beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan. Dalam paparannya, Untung menyampaikan sejumlah capaian dan program yang tengah berjalan di MIN 2 Bandar Lampung.
“Saat ini kami sedang membangun
ruang tunggu bagi wali murid yang bersumber dari swadaya Komite Madrasah dan
MIN 2 Bandar Lampung. Selain itu, kami juga terus mengembangkan kantin sehat
sebagai upaya mendukung pola hidup bersih dan sehat bagi siswa. Pengelolaan
dana BOS berjalan sesuai juknis, serta kami mulai menerapkan program Kelas
Digitalisasi dalam proses pembelajaran,” jelas Untung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala
Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur, memberikan apresiasi atas berbagai
upaya yang dilakukan MIN 2 Bandar Lampung dalam meningkatkan layanan
pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi pembangunan ruang tunggu hasil kolaborasi antara madrasah dan komite wali murid, ini bentuk sinergi yang baik. Program kantin sehat dan kelas digitalisasi juga patut didukung karena sejalan dengan program prioritas Kemenag dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan sehat. Pengelolaan dana BOS harus terus dipertahankan akuntabilitasnya, serta menjadi prioritas untuk menunjang kebutuhan belajar siswa,” ujar Makmur.
Dalam kesempatan yang sama,
Makmur bersama Kepala MIN 2 Bandar Lampung juga menyerahkan paket bingkisan Peaceful
Muharram 1447 H kepada sejumlah siswa-siswi yang berhak menerima. Kegiatan
ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus menanamkan nilai-nilai berbagi
dan kebersamaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan monitoring ini ditutup dengan peninjauan langsung pembangunan ruang tunggu, area kantin sehat, dan ruang kelas digital di lingkungan MIN 2 Bandar Lampung. (Mushollin/Ali)
