Search

Provinsi

Kemenag Lampung Amati Hilal Gunakan Alat Canggih di Itera, Hanya 14 Unit di Dunia

kemenag-lampung-amati-hilal-gunakan-alat-canggih-di-itera-hanya-14-unit-di-dunia
Fotografer: Humas Kanwil

Bandarlampung, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1445 H/2024 M pada Selasa, 9 April 2024 . Pemantauan dilakukan di Taman Alat MKG dan Rooftop Gedung Laboratorium Teknik 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Lampung Selatan. 

Pengamatan hilal tim OAIL menggunakan Teleskop Robotik OZT ALTS yaitu refraktor triplet apokromat dengan diameter 152 mm dengan panjang fokus 1200 mm. Kemudian detektor kamera CCD monokrom berkecepatan tinggi dengan filter inframerah, dengan dilengkapi kamera CMOS berwarna.  

"Alat ini hanya ada 14 unit di dunia," kata Karo Itera, Kepala Biro Perencanaan Umum dan Akademik drh. Sri Sulistiawati. 

Pemantauan juga difasilitasi dengan 3 teleskop portabel Barride Optics A-102 (diameter 102 mm, fokus 900 mm) untuk digunakan oleh peserta kegiatan selama proses pengamatan hilal. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung H Puji Raharjo mengatakan hasil dari pengamatan ini dikirim ke pusat sebagai bagian dari penentuan 1 Syawwal 1445 H melalui sidang isbath di Kementerian Agama RI. 

Menurutnya, berdasarkan data, tinggi hilal terkecil di Indonesia saat matahari terbenam pada Selasa, 29 Ramadhan 1445 H atau bertepatan 9 April 2024 M berada di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi +4 derajat 52 menit, sedangkan parameter hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh dengan tinggi +7 derajat 28 detik. 

Dari data ini Puji menjelaskan, hilal kali ini berada di atas kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS dengan ketinggian bulan 3 derajat, elongasi 6,4 derajat. 

Ia menjelaskan bahwa ada dua cara yang digunakan untuk menentukan awal bulan yakni metode Rukyatul Hilal dan Hisab. Ia berharap ke depan dua metode ini bisa terunifikasi sehingga hasil penetapan bisa serempak. 

"Namun perbedaan yang ada tidak perlu di permasalahkan," katanya. 

Selama masih menggunakan cara yang sesuai dengan syariat, maka penentuan awal bulan, baik menggunakan rukyatul hilal maupun hisab. "Yang tidak benar (penentuan awal Syawwal) kalau nelpon langsung ke Gusti Allah," katanya disambut senyum yang hadir. 

Hadir pada rukyatul hilal tersebut Ketua MUI Lampung H Suryani M Nur beserta dua sekretaris MUI Lampung H Muhammad Faizin dan Ujang Tommy, pimpinan Ormas keagamaan di Lampung dari NU, Muhammadiyah, LDII, jajaran pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan, Kemenag, dan para tim pengamat rukyatul hilal. (Humas)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil