Lampung Selatan (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan mendorong para muballigh untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Ahmad Rifai, saat membuka Pelatihan Muballigh Muhammadiyah Batch 1 yang diselenggarakan Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Lampung Selatan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kamis (18/6/2026).
Pelatihan yang mengusung tema "Revitalisasi Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kader Muballigh Berkemajuan" tersebut diikuti para kader muballigh sebagai upaya memperkuat kapasitas dakwah di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
Dalam arahannya, Ahmad Rifai menegaskan bahwa tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Jika dahulu dakwah dilakukan secara langsung dari majelis ke majelis, kini ruang digital telah menjadi sarana penting untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, muballigh perlu menguasai berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan media sosial lainnya agar pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih efektif, khususnya kepada generasi muda yang akrab dengan teknologi.
"Perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas jangkauan dakwah. Nilai-nilai Islam yang moderat, damai, dan mencerahkan perlu hadir di ruang digital agar masyarakat memperoleh informasi keagamaan yang benar dan menyejukkan," ujar Ahmad Rifai.
Ia menambahkan, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi keagamaan, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan literasi digital bagi para muballigh menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Selain membahas penguatan dakwah digital, pelatihan tersebut juga diintegrasikan dengan program ekoteologi melalui kegiatan penanaman pohon secara simbolis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik inisiatif Korps Muballigh Muhammadiyah dalam menyiapkan kader-kader dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir muballigh yang tidak hanya mampu berdakwah dari mimbar ke mimbar, tetapi juga hadir di ruang digital dengan menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang moderat, edukatif, dan membangun persatuan di tengah masyarakat. (Puji)