Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- arus informasi dan pengaruh teknologi yang semakin sulit dibendung, kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda. Kesadaran inilah yang menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan pembinaan yang diberikan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., kepada siswa-siswi Pasraman Wit Mulyo, Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Minggu (7/6/2026).
Dalam pembinaan tersebut, peserta diajak memahami konsep Dasendriya, ajaran Hindu yang menjelaskan sepuluh indra manusia beserta peran dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Materi ini dinilai relevan dengan kondisi generasi muda saat ini yang hidup di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat cepat.
I Ketut Ginada menjelaskan bahwa Dasendriya terdiri atas Panca Buddhindriya atau lima indra pengetahuan dan Panca Karmendriya atau lima indra tindakan. Kedua unsur tersebut menjadi sarana utama manusia dalam menerima informasi sekaligus bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, banyak persoalan yang muncul di masyarakat berawal dari ketidakmampuan seseorang mengendalikan apa yang dilihat, didengar, diucapkan, maupun dilakukan. Karena itu, pendidikan tentang pengendalian indra perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki kemampuan menyaring pengaruh yang datang dari lingkungan sekitarnya.
"Kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Anak-anak perlu memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu menggunakan setiap indra secara bijaksana sesuai nilai-nilai dharma," ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian indra bukan sekadar konsep keagamaan, melainkan keterampilan hidup yang akan memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, membangun hubungan sosial, serta menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdialog mengenai penerapan Dasendriya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan gawai secara bertanggung jawab, menjaga tutur kata, menghormati orang tua dan guru, hingga membiasakan diri memilih hal-hal yang bermanfaat bagi perkembangan diri.
Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, sekaligus mencari solusi berdasarkan nilai-nilai ajaran Hindu yang dipelajari.
Pembinaan di Pasraman Wit Mulyo menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam menanamkan kesadaran bahwa pembangunan karakter tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan mengelola diri. Dari pengendalian indra itulah lahir sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Humas Lampung Tengah