Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Kemenag Lampung Tengah Tegaskan Pesantren Garda Depan Cetak Generasi Unggul, Moderat, Dan Berakhlak

Rabu, 01 Juli 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Kemenag Lampung Tengah Tegaskan Pesantren Garda Depan Cetak Generasi Unggul, Moderat, Dan Berakhlak
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Roberto

Punggur, KUA (Humas) — Eksistensi pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis karakter terus menjadi elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas menghadapi tantangan perubahan zaman. Dalam semangat penguatan pendidikan keagamaan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Punggur, H. Zaenal, S.H.I., mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah menghadiri kegiatan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Sunan Ampel Totokaton, Kecamatan Punggur, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel, di bawah asuhan KH. Alie Fadhilah Mustofa, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Bupati Lampung Tengah, jajaran Forkopimda, Kepala KUA Kecamatan Punggur, Penyuluh Agama Islam, para wali santri, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren di Kabupaten Lampung Tengah.

Momentum Haflah Akhirussanah menjadi bagian penting dalam menandai berakhirnya proses pendidikan para santri sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah ditempuh. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, kegiatan tersebut menjadi simbol keberhasilan pondok pesantren dalam menjalankan fungsi strategisnya sebagai pusat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, sekaligus ruang kaderisasi generasi penerus umat.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zaenal, S.H.I. menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Sunan Ampel dalam membangun tradisi pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga membentuk kepribadian santri yang memiliki integritas moral, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai keislaman sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan positif di tengah dinamika perkembangan sosial yang terus bergerak cepat.

Pada kesempatan itu, H. Zaenal juga menyampaikan pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., yang menegaskan bahwa pondok pesantren harus terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, kematangan akhlak, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Pesantren merupakan salah satu fondasi penting pembangunan karakter bangsa. Kementerian Agama berharap lembaga pesantren terus memperkuat perannya dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, moderat dalam berpikir, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara tanpa tercerabut dari nilai-nilai luhur keislaman," ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel, KH. Alie Fadhilah Mustofa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan seluruh pihak terhadap perkembangan pesantren yang dipimpinnya. Ia berharap para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, menjaga nama baik almamater pesantren, serta menjadi teladan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Melalui momentum Haflah Akhirus Sanah ini, semangat penguatan pendidikan pesantren diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam akhlak, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan dan harmoni sosial di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.