Padang Ratu, KUA (Humas) - Upaya memperkuat kualitas kepemimpinan generasi muda berbasis nilai keagamaan terus menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XIX Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan ke-XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah yang digelar di MTs Ma’arif 07 Padang Ratu, Senin (22/6/2026).
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Padang Ratu, H. Samsul Bahri, S.Ag., M.M., yang sekaligus menyampaikan sambutan pada seremoni pembukaan sebagai representasi dukungan Kementerian Agama terhadap penguatan kaderisasi organisasi kepelajaran.
Konfercab yang menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut merupakan momentum strategis dalam melakukan evaluasi perjalanan organisasi, merumuskan agenda pengembangan ke depan, sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan proses kaderisasi di kalangan pelajar Nahdlatul Ulama.
Dalam sambutannya, H. Samsul Bahri menegaskan bahwa proses kaderisasi merupakan elemen fundamental dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, organisasi kepemudaan berbasis keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kematangan spiritual, dan kesadaran sosial yang kuat.
"Organisasi pelajar seperti IPNU dan IPPNU memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang kelak akan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kepemimpinan yang dibangun hari ini sejatinya adalah pondasi bagi masa depan bangsa yang lebih baik," ujar Samsul Bahri.
Ia menekankan bahwa perkembangan zaman yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan orientasi nilai dan identitas keagamaan yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Di tengah era yang bergerak begitu cepat, generasi muda harus tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, namun tetap menjadikan akhlak, etika, dan nilai agama sebagai kompas utama dalam menentukan arah kehidupan," lanjutnya.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan institusi pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang sehat, progresif, serta berorientasi pada pembangunan umat dan bangsa secara berkelanjutan.
Partisipasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen institusi untuk terus mendukung lahirnya generasi muda yang moderat, visioner, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial yang berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Humas Lampung Tengah