Lampung Selatan (Humas)-Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan memberikan pembinaan rohani bagi 14 remaja Kristen dan Katolik di SMK Negeri 1 Kalianda, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema âModerasi Beragama dan Remaja yang Menjadi Garam dan Terangâ.
Pembinaan dipimpin oleh Penyuluh Agama Kristen, Yulius Viter dan Susi Tompubolon. Dalam penyampaiannya, mereka menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap penting yang harus dimiliki remaja di tengah keberagaman lingkungan sekolah dan masyarakat.
Para penyuluh menjelaskan bahwa remaja Kristen dipanggil untuk hidup secara moderatâmenghormati perbedaan, tidak terjebak pada sikap ekstrem, serta membangun relasi yang damai dengan siapapun. Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar remaja mampu menjadi generasi yang toleran dan membawa suasana harmoni dalam pergaulan.
Pembinaan juga menegaskan makna panggilan iman sebagai garam dan terang dunia, yaitu menghadirkan kasih Kristus melalui sikap, perkataan, dan tindakan di kehidupan sehari-hari. Remaja diajak menjadi pribadi yang memberi pengaruh positif, menjaga karakter, dan menjadi teladan di sekolah maupun keluarga.
"Menjadi garam dan terang berarti menghadirkan kebaikan yang dapat dirasakan orang lainâitulah cara kita memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari," demikian salah satu pesan inti pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Lampung Selatan terus memperkuat layanan pembinaan keagamaan bagi seluruh peserta didik sebagai bagian dari komitmen membangun generasi muda yang moderat, bijak dan mampu hidup damai dalam keberagaman. (Puji)