Mesuji (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mesuji, Johan Yusuf, menghadiri sekaligus membuka Kompetisi Bulu Tangkis Ganda Beregu dalam rangka Pekan Olahraga Moderasi Beragama Kabupaten Mesuji. Acara ini berlangsung di Gedung Olahraga Simpang Pematang, pada Senin (24/02/2025) malam, dengan mengusung tema "Tingkatkan Sportivitas dan Solidaritas untuk Indonesia Hebat".
Hadir
dalam kegiatan ini Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Darul Alipi, Kepala
Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Aziz Basuki, Ketua Forum Kerukunan
Umat Beragama (FKUB) Mesuji, Chusni Fadil beserta jajaran, Camat Simpang
Pematang, Danramil, Kapolsek Simpang Pematang, serta para undangan lainnya.
Kompetisi ini diikuti oleh 15 tim yang
merupakan perwakilan dari berbagai agama di Kabupaten Mesuji. Terdapat tiga tim
perwakilan agama Islam, tiga tim dari agama Katolik, dua tim dari agama
Kristen, dua tim dari agama Hindu, serta dua tim dari agama Buddha. Kompetisi
ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan keharmonisan di tengah
keberagaman.
Dalam laporannya, Kepala Seksi Bimas
Islam, Darul Alipi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan
hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi
antarumat beragama di Mesuji. "Kami ingin menjaga keharmonisan di
Kabupaten Mesuji melalui kegiatan olahraga ini. Dengan adanya kompetisi ini,
kita berharap dapat memperkuat hubungan baik antar pemeluk agama yang
berbeda," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Mesuji,
Johan Yusuf, dalam sambutannya menekankan pentingnya moderasi beragama dalam
kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Pekan Olahraga Moderasi Beragama bukan
hanya sekadar ajang unjuk kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga sebagai
sarana membangun sinergi dan kebersamaan di antara umat beragama.
"Olah raga merupakan salah satu
sarana untuk membangun karakter disiplin, Target utama kita bukan kemenangan
semata, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi serta menumbuhkan nilai
sportivitas dan solidaritas. Kompetisi ini membuktikan bahwa perbedaan agama
bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan," tegas Johan Yusuf.
Kompetisi ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sportivitas. Setiap tim menunjukkan permainan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat moderasi beragama semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat Mesuji, menjadikan olahraga sebagai wadah kebersamaan dan keharmonisan. (ba/m)
