Pesawaran, (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, bersama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pesawaran, Yusuf Ansori, menjadi pemateri dalam kegiatan Diseminasi Teknis Early Warning System (EWS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan pada Kelembagaan KUA, yang diselenggarakan pada Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, serta diikuti oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pesawaran, penghulu, penyuluh agama Islam dan non-Muslim, dan pelaksana KUA ini bertujuan memperkuat peran kelembagaan KUA dalam mendeteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial berlatar belakang keagamaan di masyarakat.
Dalam penyampaian materinya, Farid Wajedi menekankan pentingnya kepekaan aparatur Kementerian Agama terhadap dinamika sosial yang berpotensi menimbulkan konflik. “Early Warning System ini bukan sekadar sistem teknologi, melainkan bentuk tanggung jawab moral kita dalam menjaga kerukunan dan kedamaian umat beragama di Kabupaten Pesawaran,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Kolaborasi aktif antara KUA, penyuluh, dan tokoh lintas agama menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Sementara itu, Ketua FKUB Pesawaran, Yusuf Ansori, dalam paparannya menyoroti pentingnya membangun komunikasi lintas iman dan memperkuat jejaring sosial di tingkat akar rumput. “Kunci pencegahan konflik ada pada dialog dan keterbukaan. Semakin kita memahami perbedaan, semakin kuat pula persaudaraan kita,” ujarnya.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi potensi konflik sosial berbasis keagamaan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran Kementerian Agama di tingkat kecamatan semakin responsif terhadap potensi konflik di masyarakat, serta mampu menjadi pelopor perdamaian dan penguat moderasi beragama di Kabupaten Pesawaran. (Humas)
Editor: Fadilah
