Tanggamus Kemenag (Humas) --
Persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M di Kabupaten Tanggamus
mulai dilakukan secara serius. Salah satunya melalui rapat koordinasi
pelaksanaan Shalat Idul Adha yang digelar di ruang Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanggamus, pada awal pekan ini. Rapat
penting tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus,
Ir. Suaidi, M.M.
Dalam forum tersebut, hadir
perwakilan dari berbagai instansi, termasuk Agus Suparno, S.Ag., pelaksana pada
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus. Kehadiran Agus mencerminkan
sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam memastikan
pelaksanaan ibadah Idul Adha berjalan dengan khusyuk, aman, dan tertib.
“Kami dari Kemenag siap mendukung penuh pelaksanaan Shalat Idul Adha, baik dari sisi teknis, penetapan lokasi, hingga pengisi khutbah. Ini adalah momen keagamaan penting yang harus dipersiapkan bersama,” ungkap Agus usai rapat. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekhidmatan pelaksanaan ibadah yang menjadi simbol ketakwaan dan kepedulian sosial ini.
Dalam rapat, Sekda Ir. Suaidi,
M.M. menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari kesiapan lokasi,
kelengkapan sarana prasarana, hingga pengaturan lalu lintas dan keamanan. “Idul
Adha adalah milik seluruh masyarakat. Kita harus hadir sebagai pelayan umat
agar semuanya bisa beribadah dengan nyaman,” ujar beliau.
Pembahasan juga mencakup
penentuan imam dan khatib, penyesuaian jadwal berdasarkan sidang isbat
Kementerian Agama, serta antisipasi kemungkinan cuaca buruk. Pemerintah daerah
berharap kegiatan Shalat Idul Adha tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga
mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat nilai gotong royong.
Dengan kesiapan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam rapat koordinasi ini, masyarakat Tanggamus dapat menantikan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H dengan penuh suka cita dan ketenangan. Keterlibatan aktif Kemenag Tanggamus menjadi salah satu pilar penting dalam suksesnya agenda keagamaan yang penuh makna ini. (FransMela Basyar)