Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Tanggamus Berperan Aktif dalam Kegiatan Pencegahan Kawin Anak di Lampung

Jumat, 26 Juli 2024 Humas Tanggamus
Kemenag Tanggamus Berperan Aktif dalam Kegiatan Pencegahan Kawin Anak di Lampung
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I, bersama Kasi Bimas Islam H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I, dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) menghadiri kegiatan bertajuk “Cegah Kawin Anak untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas” yang diadakan di Seraton Lampung Hotel.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan perkawinan anak guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama se-Provinsi Lampung, 92 siswa/i dari Kota Lampung, serta penghulu dan penyuluh agama Islam ASN dan Non-ASN se-Provinsi Lampung.

Dalam kesempatannya, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam mencegah perkawinan anak. “Perkawinan anak merupakan isu serius yang harus kita tangani bersama. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat mewujudkan generasi yang lebih berkualitas, sehat, dan berpendidikan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi dan penyuluhan yang memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif perkawinan anak. Para peserta diajak untuk aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman serta solusi dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I, menambahkan bahwa peran aktif penghulu dan penyuluh agama sangat penting dalam upaya pencegahan perkawinan anak. “Sebagai garda terdepan dalam masyarakat, penghulu dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya menunda perkawinan hingga usia yang lebih matang,” ungkapnya.

Para siswa/i yang hadir juga turut memberikan pandangan mereka mengenai pentingnya pendidikan dan impian mereka untuk masa depan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam mendukung upaya pencegahan perkawinan anak.

Melalui kegiatan ini diharapkan, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat dan angka perkawinan anak dapat ditekan, demi mewujudkan generasi yang lebih berkualitas di masa depan. (Frans/Mela Basyar)