Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman,
M.Pd.I, bersama Kasi Bimas Islam H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I, dan anggota
Dharma Wanita Persatuan (DWP) menghadiri kegiatan bertajuk “Cegah Kawin Anak
untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas” yang diadakan di Seraton Lampung Hotel.
Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan perkawinan
anak guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Acara ini
juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama se-Provinsi Lampung, 92
siswa/i dari Kota Lampung, serta penghulu dan penyuluh agama Islam ASN dan
Non-ASN se-Provinsi Lampung.
Dalam kesempatannya, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam mencegah perkawinan anak. “Perkawinan anak merupakan isu serius yang harus kita tangani bersama. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat mewujudkan generasi yang lebih berkualitas, sehat, dan berpendidikan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan
berbagai sesi diskusi dan penyuluhan yang memberikan pemahaman mendalam
mengenai dampak negatif perkawinan anak. Para peserta diajak untuk aktif
berdiskusi dan berbagi pengalaman serta solusi dalam upaya pencegahan perkawinan
anak.
H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I,
menambahkan bahwa peran aktif penghulu dan penyuluh agama sangat penting dalam
upaya pencegahan perkawinan anak. “Sebagai garda terdepan dalam masyarakat,
penghulu dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi
dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya menunda perkawinan
hingga usia yang lebih matang,” ungkapnya.
Para siswa/i yang hadir juga
turut memberikan pandangan mereka mengenai pentingnya pendidikan dan impian
mereka untuk masa depan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan tingginya
antusiasme generasi muda dalam mendukung upaya pencegahan perkawinan anak.
Melalui kegiatan ini diharapkan, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat dan angka perkawinan anak dapat ditekan, demi mewujudkan generasi yang lebih berkualitas di masa depan. (Frans/Mela Basyar)