Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Papki) Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.,
membuka kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama bagi guru Pendidikan Agama
Islam (PAI) tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Tanggamus, Rabu (28/11/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dan dilaksanakan di aula
Kantor Kemenag Tanggamus.
Pembinaan moderasi beragama ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru PAI dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan moderasi kepada para siswa. Dalam sambutannya, Hasan Basri menyampaikan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter peserta didik yang menghargai keberagaman.
Selain itu, kegiatan ini juga
dihadiri oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP, Sukron Basuki,
M.S.Pd.I., dan Ketua MGMP SMA/SMK, Marjono, M.Pd., yang turut mendukung upaya
memperkuat moderasi beragama di kalangan pendidik. Para peserta diharapkan
dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam pengajaran di sekolah
masing-masing.
Narasi kegiatan ini semakin
diperkuat dengan kehadiran narasumber yang berkompeten, yaitu Ketua Forum
Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanggamus, Ismail, M.Pd.I., dan
Pengawas Sekolah, Hayesti Maulida, M.Pd.I. Keduanya memberikan materi seputar pentingnya
moderasi beragama dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Ismail dalam materinya menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah sikap yang seimbang, menjaga toleransi antar umat beragama, serta menghindari sikap ekstrim yang bisa merusak kerukunan. Sedangkan Hayesti menekankan perlunya pengawasan yang baik dalam pendidikan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara efektif di sekolah.
Kegiatan ini berlangsung dengan
format yang interaktif, termasuk diskusi dan sesi tanya jawab. Peserta diberi
kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait tantangan yang
dihadapi dalam mengajarkan moderasi beragama di sekolah masing-masing.
Melalui pembinaan ini, diharapkan para guru PAI dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan penuh toleransi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya masyarakat yang lebih rukun dan damai di Kabupaten Tanggamus. (Frans/Mela Basyar)
