Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris
Rayusman, M.Pd.I., kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas
layanan ibadah haji. Dalam kegiatan Manasik Haji tingkat Kabupaten/Kota yang
digelar oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tanggamus, Mahmuddin
menyampaikan materi bertajuk "Kebijakan Layanan Jemaah Haji Dalam Negeri
Tahun 1446H/2025M".
Dalam paparannya, Mahmuddin
menegaskan bahwa pelayanan haji bukan sekadar proses administratif, tetapi
bagian dari ibadah yang harus dijalankan secara aman, nyaman, dan bermartabat.
Ia menjelaskan spektrum layanan domestik yang mencakup tahap pendaftaran, masa
operasional, pembinaan, serta perlindungan bagi jemaah. “Pemerintah hadir mulai
dari proses awal hingga kepulangan jemaah, termasuk perlindungan hukum dan
asuransi,” ungkapnya.
Tahun ini, Provinsi Lampung mendapatkan kuota sebesar 7.050 jemaah dengan jumlah lansia mencapai 6.627 orang. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena pelayanan terhadap lansia membutuhkan strategi dan pendekatan yang berbeda. Mahmuddin menyoroti pentingnya bimbingan manasik yang inklusif, memastikan semua jemaah – terutama lansia – memahami hak, kewajiban, hingga tata cara ibadah dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya
sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pembinaan. “Keterlibatan
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), tokoh agama, serta dukungan
keluarga sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini,” jelasnya.
Tidak hanya aspek spiritual, namun aspek logistik seperti perlengkapan, visa,
hingga transportasi udara juga menjadi bagian dari sistem yang terus
diperbaiki.
Salah satu inovasi tahun ini
adalah optimalisasi layanan satu atap di asrama haji serta pemanfaatan jalur fast
track di beberapa bandara embarkasi. Hal ini diharapkan mampu mempercepat
proses keberangkatan jemaah dan memberikan kenyamanan selama perjalanan.
“Dengan sistem yang makin terintegrasi, jemaah cukup fokus pada ibadahnya,”
imbuh Mahmuddin.
Dengan semangat transformasi
layanan dan prinsip perlindungan maksimal terhadap jemaah, Dr. Mahmuddin
menutup sesinya dengan ajakan kepada seluruh pihak agar terus menjaga
kebersamaan dan niat ikhlas dalam melayani tamu Allah. “Setiap langkah kita
untuk memudahkan urusan jemaah adalah bagian dari ladang amal,” pungkasnya
dengan penuh semangat. (Frans/Mela Basyar)
