Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Way Kanan kembali menggelar apel pagi rutin yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Way Kanan, Senin (20/7/2026), di halaman kantor. Kegiatan yang dilaksanakan setiap awal pekan ini menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, membangun semangat kerja, serta menyampaikan pembinaan dan arahan kepada seluruh pegawai dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala MIN 2 Way Kanan, Fitria Yuliza, mengajak seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Fitria menegaskan bahwa citra Kementerian Agama tidak ditentukan oleh megahnya gedung perkantoran, melainkan oleh kualitas pelayanan dan kinerja para pegawainya.
"Masyarakat menilai Kementerian Agama bukan dari bangunannya, tetapi dari bagaimana kita melayani, menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan tuntas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang tertunda akan berdampak pada pelayanan di berbagai satuan kerja, mulai dari madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga layanan lainnya. Oleh karena itu, setiap ASN diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban.
"Jika ada satu berkas saja yang tertunda di meja kita, maka dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pihak. Karena itu, setiap pekerjaan harus segera diselesaikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing," tambahnya.
Lebih lanjut, Kamad MIN 2 menjelaskan terdapat empat aspek disiplin yang harus terus diperkuat oleh seluruh ASN, yakni disiplin waktu, disiplin terhadap aturan, disiplin administrasi, dan disiplin dalam pelayanan. Menurutnya, disiplin pelayanan harus diwujudkan melalui sikap yang ramah, mampu memberikan solusi, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.
Menutup amanatnya, Fitria mengajak seluruh ASN untuk memulai disiplin dari diri sendiri. Ia meyakini bahwa kebiasaan disiplin memang terasa berat pada awalnya, namun apabila diterapkan secara konsisten akan menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat. (Humas)