Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenag Way Kanan Gelar Rapat Pemantapan Pemulangan Jamaah Haji, Berikan Opsi “Tanazul”

Selasa, 01 Juli 2025 Humas Way Kanan
Kemenag Way Kanan Gelar Rapat Pemantapan Pemulangan Jamaah Haji, Berikan Opsi “Tanazul”
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) – Dalam rangka memastikan kelancaran proses pemulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) JKG 48 dan JKG 56, Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menggelar rapat koordinasi teknis pada Selasa, 1 Juli 2025 bertempat di  Aula Amal Bhakti.

Rapat ini dihadiri oleh Kasi PHU, Kasi Bimas Islam, Kepala KUA Kecamatan Baradatu, Kepala KUA Blambangan Umpu, Kepala KUA Gunung Labuhan, dan Kepala KUA Way Tuba.

Kasi PHU Ali Sholihin, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk memastikan jalannya  proses penjemputan jamaah haji berjalan tertib  dan lancar. Jamaah kloter JKG 48 dijadwalkan tiba di Asrama Haji Rajabasa Provinsi Lampung pada Kamis dinihari (3 Juli 2025) pukul 00.30 WIB.

Untuk memudahkan kelancaran, rencananya  pemulangan jamaah akan difokuskan dengan sistem penurunan di beberapa titik wilayah tertentu sesuai zona masing-masing kecamatan. Kita juga berikan tawaran tanazul (penjemputan jamaah secara mandiri oleh keluarga jamaah haji  di asrama haji dan terpisah dari rombongan), terutama bagi jamaah dari kecamatan yang jauh dari titik penurunan utama, ungkap Ali.

Berdasarkan  data yang masuk  sementara ini terdapat 27 jamaah yang akan melakukan  tanazul. Total jamaah yang akan diturunkan di Kabupaten Way Kanan berjumlah 160 orang, dengan empat titik penurunan yang telah ditentukan, yaitu Masjid Baiturrohman  Kecamatan Gunung Labuhan, Masjid Besar At-Taqwa  Kecamatan Baradatu, Masjid Al-Ikhlas  Kecamatan Umpu Semenguk dan Masjid Baiturrohim Kecamatan Way Tuba.

Ali juga memberikan amanat khusus kepada pendamping bus untuk memastikan jamaah menaiki kendaraan sesuai dengan data manifest dan sesuai  titik penurunan serta memastikan koper/barang bawaan mereka berada dalam bus yang tepat.

“Saya tekankan kepada para pendamping bus agar tidak ragu menawarkan kepada jamaah untuk melaksanakan salat subuh di kendaraan, mengingat waktu kedatangan adalah dini hari dan mendekati waktu Subuh,” pesannya.

Selain itu, panitia yang berada di titik lokasi penurunan juga diinstruksikan untuk bekerja sama dengan pendamping bus dalam memastikan seluruh koper dan jamaah telah diterima langsung oleh pihak keluarga penjemput pungkasnya. (Humas)


Editor : Fadilah