Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melaksanakan Seleksi Nasional Computer Assisted Test (CAT) bagi Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 1447 H/2026 M, Kamis (4/12/2025). Seleksi digelar serentak di berbagai titik lokasi seluruh Indonesia dan dipantau secara daring oleh pejabat pusat Kementerian Haji dan Umrah RI.
Di Kota Bandar Lampung, pelaksanaan seleksi dipusatkan di Aula MAN 2 Kota Bandar Lampung. Peserta yang mengikuti ujian adalah mereka yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi sesuai regulasi rekrutmen PPIH tahun berjalan. Dari 273 pendaftar, sebanyak 165 peserta lulus verifikasi administrasi dan berhak mengikuti seleksi tahap pertama untuk formasi Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Pelayanan Transportasi, Pelayanan Konsumsi, dan Pelayanan Bimbingan Ibadah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandar Lampung, Musal Badri Kesuma, dalam laporannya menegaskan bahwa seleksi ini bertujuan memastikan calon petugas memiliki kompetensi dan integritas tinggi agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, Muhammad Anshori. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa proses rekrutmen harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian dan amanah pelayanan, bukan semata kompetisi, karena tugas petugas haji mengandung nilai ibadah dan dedikasi. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, perwakilan Direktorat Bina Penyelenggaraan Haji, Tim Supervisor PPIH, serta jajaran panitia daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul
07.30 WIB dengan pengarahan teknis dan simulasi penggunaan aplikasi CAT,
kemudian dilanjutkan ujian selama 90 menit. Seluruh proses berlangsung dalam
pengawasan panitia serta pemantauan daring dari pusat. Mekanisme seleksi
mengacu pada standar nasional yang mencakup kemampuan administrasi, teknis
pelayanan, dan pemahaman manasik sebagai dasar pelaksanaan tugas di lapangan.
Melalui seleksi berjenjang dan terukur ini, peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri secara profesional, baik secara teknis maupun mental, mengingat layanan haji menuntut kesabaran, kepekaan, dan empati tinggi dalam mendampingi jamaah. Seluruh tahapan rekrutmen diharapkan berjalan lancar serta menghasilkan petugas haji yang berkompeten dan mampu menjaga martabat Indonesia di tingkat internasional. (Humas)
Editor: Fadilah
