Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kepala bersama DWP Kemenag Way Kanan Hadiri Seminar Cegah Kawin Anak: Menciptakan Generasi Emas Melalui Kolaborasi

Jumat, 26 Juli 2024 Humas Way Kanan
Kepala bersama DWP Kemenag Way Kanan Hadiri Seminar Cegah Kawin Anak: Menciptakan Generasi Emas Melalui Kolaborasi
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Way Kanan, Dian Elida Sarie, ikut serta dalam seminar penting bertema "Cegah Kawin Anak Untuk Memujudkan Generasi Berkualitas". Acara ini diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, yang dilaksanakan secara hybrid di Hotel Sheraton Bandar Lampung dan melalui platform Zoom, Jum’at (26/7/24).

Seminar ini dihadiri oleh pejabat penting, antara lain Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Lampung, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung serta LKKNU Provinsi Lampung. Selain itu, turut hadir Ketua DWP Kemenag Provinsi Lampung, dan Ketua DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Kasi Bimas Islam, KUA, dan penyuluh.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin membuka seminar ini dengan tegas, menggarisbawahi betapa pentingnya kerja kolektif untuk mencegah pernikahan anak. Kamaruddin menyoroti dampak signifikan dari pernikahan dini terhadap pendidikan dan kualitas angkatan kerja di masa depan. "Pernikahan anak berpotensi menurunkan angka partisipasi pendidikan menengah dan tinggi serta mengancam kualitas pembangunan nasional di masa mendatang," tegasnya.

Sementara itu, Eny Yaqut, Penasehat DWP Kemenag RI, secara virtual dan menjelaskan dampak kesehatan serius dari pernikahan dini. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang menikah pada usia dini menghadapi risiko kesehatan yang tinggi, termasuk masalah organ reproduksi dan keterbelakangan mental, serta risiko gizi buruk dan stunting.

Menanggapi hal ini, Masir Ibrahim, Kakankemenag Way Kanan, menegaskan pentingnya sinergi dalam upaya mencegah pernikahan dini. “Kami percaya bahwa untuk mewujudkan generasi emas yang berkualitas, kita perlu bersinergi dan melibatkan semua pihak. Upaya ini harus melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, serta dukungan masyarakat luas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak,” ujarnya.

Dian Elida Sarie juga menyoroti perlunya kolaborasi antara semua pihak untuk mencegah pernikahan dini. “Edukasi anak-anak adalah kunci untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas,” imbuh Ketua DWP Kemenag Way Kanan.

Dengan seminar ini, diharapkan masyarakat akan lebih sadar akan bahaya pernikahan dini dan berkomitmen untuk bersama-sama mencegahnya, demi terwujudnya generasi berkualitas dan siap menghadapi masa depan yang cerah. (Fit/Hand/Asep)

Editor : Fadilah