Search

Kepala Kankemenag Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama sebagai Landasan Pendidikan Madrasah

kepala-kankemenag-tekankan-pentingnya-moderasi-beragama-sebagai-landasan-pendidikan-madrasah
Fotografer: Humas Kanwil

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Moderasi Beragama bagi Guru PNS pada Madrasah di lingkungan Kemenag Kota Bandar Lampung, Rabu (22/10/2025), bertempat di Hotel Kurnia 2, Enggal, Tanjung Karang Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan utusan guru madrasah dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag Kota Bandar Lampung.


Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan komitmen para guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah. Moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dan diatur melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama, yang menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama dalam pendidikan, pelayanan, dan dakwah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, H. Makmur, menegaskan bahwa moderasi beragama harus berlandaskan pada semangat cinta, toleransi, dan tanggung jawab dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menekankan bahwa tugas seorang guru tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga menanamkan cara beragama yang menyejukkan dan penuh kasih. Pandangan ini sejalan dengan gagasan Menteri Agama RI, K.H. Nasaruddin Umar, yang menempatkan “cinta kemanusiaan” sebagai inti dari implementasi moderasi beragama di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Kebijakan Kementerian Agama periode 2025–2029 melalui program prioritas Asta Protas menegaskan arah baru penguatan moderasi beragama berbasis cinta kasih dan kemanusiaan. Nilai cinta tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sikap toleran, tetapi juga tindakan aktif dalam menghargai perbedaan, memperkuat kerukunan, serta membangun ruang pendidikan madrasah yang damai dan inklusif.


Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sesi Rukun Itu Indah, Indonesia Adalah Kita oleh H. Purna Irawan, dilanjutkan materi Prinsip dan Karakteristik Moderasi Beragama yang disampaikan oleh H. Kasimun, serta penutup oleh H. Said Karimin dengan materi Moderasi Beragama pada Madrasah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru madrasah mampu menjadi teladan nilai-nilai wasathiyah (pertengahan), menolak ekstremisme dan intoleransi, serta membangun suasana pendidikan yang inklusif dan harmonis. Kemenag Kota Bandar Lampung berkomitmen menjadikan madrasah sebagai pusat penguatan karakter kebangsaan dan moderasi beragama dalam membentuk generasi yang berakhlak, damai, dan berkeadaban. (Mushollin/Ali)

Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil