Tanggamus Kemenag (Humas) --
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional, Kepala
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris
Rayusman, M.Pd.I, menghadiri upacara yang digelar di Lapangan Pemerintah Daerah
Tanggamus, Senin (28/10). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh
elemen masyarakat untuk mengenang kembali semangat juang pemuda dan para santri
dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Tanggamus, Dr. Mulyadi Irsan, M.T., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Dr. Mulyadi menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta peran pemuda dan santri dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan religius.
Kegiatan tersebut turut dihadiri
jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanggamus, yang
menunjukkan solidaritas dan dukungan pemerintah daerah dalam memperingati hari
bersejarah ini. Jajaran Kepala Seksi (Kasi) dari berbagai instansi turut
berpartisipasi dalam acara ini, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kemenag
Tanggamus yang hadir sebagai wujud kebersamaan dalam merayakan Hari Sumpah
Pemuda dan Hari Santri Nasional.
Selain ASN dan Forkopimda, ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Tanggamus juga hadir dalam upacara tersebut. Kehadiran para santri ini menambah semarak peringatan dan menjadi simbol nyata bahwa santri memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral bangsa.
Menurut Dr. Mahmuddin Aris
Rayusman, peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional ini sejalan
dengan visi Kemenag Tanggamus dalam memperkokoh semangat kebangsaan dan cinta
tanah air di kalangan generasi muda. “Semangat juang pemuda dan santri adalah
cerminan nilai-nilai luhur yang harus terus kita jaga dalam kehidupan
sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga persatuan dan mencintai tanah air. Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk terus menggali potensi diri demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (Frans/Mela Basyar)
