Bandar Lampung, Kemenag (Humas) —
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, H. Makmur, didampingi Kasi
Pendidikan Madrasah, H. Said Karimin, bersama tim staf, meninjau pelaksanaan
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2025 di
Laboratorium Komputer MAN 1 Bandar Lampung, Rabu (10/9/2025).
Tahun ini, OMI diikuti sebanyak 376 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 147 siswa SD/MI, 105 siswa SMP/MTs, dan 124 siswa SMA/MA.
Dalam kesempatan tersebut, H. Makmur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya OMI yang dinilainya sebagai ajang penting dalam mengasah potensi akademik sekaligus membentuk karakter pelajar madrasah. Ia menegaskan, kompetisi tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga wahana menumbuhkan nilai kejujuran, sportivitas, integritas, dan semangat berkompetisi yang sehat.
“OMI menjadi ruang lahirnya generasi madrasah yang cerdas, berakhlak, serta mampu berkontribusi positif bagi bangsa,” ungkap Makmur.
OMI Tingkat Kota Bandar Lampung
2025 diselenggarakan berdasarkan Petunjuk Teknis yang ditetapkan Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam melalui Keputusan Nomor 4657 Tahun 2025. Kompetisi
ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia menuju
Indonesia Emas 2045, dengan menyiapkan generasi yang unggul, berintegritas, dan
berdaya saing global.
Mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi
Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”, OMI 2025 diikuti oleh peserta dari
berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Cabang
lomba terbagi dalam dua bidang, yaitu Sains (Matematika, IPA/IPS Terintegrasi,
Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi) serta Riset (Integrasi Keislaman
dan Keilmuan/Ekoteologi, Sustainable Development Goals/SDGs, dan Transformasi
Digital untuk Pembangunan Nasional).
Selain sebagai ajang kompetisi, OMI 2025 juga menjadi sarana pembinaan talenta muda madrasah dalam mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan di bidang sains serta penelitian. Kemenag berharap melalui kegiatan ini lahir generasi madrasah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat kolaborasi dan inovasi untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Mushollin/Ali)