Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kepala Kemenag, Makmur: Pengawas Madrasah Berkarakter, Garda Terdepan Wujudkan Pendidikan Islam yang Toleran dan Berdaya Saing

Rabu, 25 Juni 2025 Humas Bandar Lampung
Kepala Kemenag, Makmur: Pengawas Madrasah Berkarakter, Garda Terdepan Wujudkan Pendidikan Islam yang Toleran dan Berdaya Saing
Humas Bandar Lampung
Humas Bandar Lampung

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Makmur, menyampaikan materi bertajuk “Pengawas Madrasah yang Berkarakter, Pilar Integritas dan Transparansi Pendidikan” dalam acara pembinaan pengawas madrasah di Aula Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Rabu (25/06/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pengawas madrasah, kepala madrasah, dan jajaran Kemenag Kota Bandar Lampung.


Dalam paparanya, Makmur menekankan peran strategis pengawas madrasah sebagai “orang terdepan” dalam menjaga kualitas pendidikan. Ia menyoroti tiga tantangan utama yang dihadapi pengawas saat ini: radikalisme dan intoleransi, kelelahan moral tenaga pendidik, serta transformasi digital. “Baru-baru ini, isu intoleransi dibahas dalam pertemuan di Kapolres Bandar Lampung. Ini tantangan nyata bagi pengawas untuk memastikan madrasah bebas dari radikalisme dan mempromosikan nilai Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Makmur juga menyinggung fenomena kelelahan moral pendidik akibat perubahan norma pendidikan, seperti larangan disiplin fisik atau verbal. “Dulu, menegur siswa dengan cara tegas dianggap wajar, tapi kini kita harus kreatif mendisiplinkan tanpa melanggar aturan. Ini menuntut pengawas untuk memberikan solusi, bukan menggurui,” tambahnya. Ia mendorong pendekatan kolaboratif, di mana pengawas bekerja sama dengan guru dan kepala madrasah untuk mencari solusi yang konstruktif.

Terkait transformasi digital, Makmur menegaskan bahwa pengawas harus melek teknologi, seperti penggunaan kelas digital dan perpustakaan digital. “Madrasah kita sudah mulai menerapkan digitalisasi. Pengawas harus adaptif agar madrasah tetap unggul dan berdaya saing,” katanya. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan nilai spiritual, seperti kekhidmatan khutbah Jumat.


Makmur juga menyinggung visi “Sumatera Hebat” yang lahir dari pengawas dan guru berkarakter. “Madrasah adalah ladang dakwah yang penuh pahala, bukan beban. Karakter adalah kunci keberhasilan sejati. Pengawas harus menjadi teladan integritas dan transparansi untuk menghasilkan generasi beragama yang toleran,” ungkapnya, mengutip kisah Ali bin Abi Thalib yang mengendalikan kemarahan demi menjaga niat ikhlas.

Ia menutup materinya dengan harapan agar pengawas terus mendorong madrasah yang berkualitas, kompetitif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam yang inklusif. “Mari kita wujudkan pendidikan yang hebat, dengan pengawas yang profesional dan berkarakter, untuk masa depan Lampung yang lebih baik,” pungkasnya.

Acara ini ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian komitmen pengawas untuk memperkuat moderasi beragama dan inovasi pendidikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan peran pengawas dalam membangun madrasah yang unggul dan berdaya saing di era digital. (Mushollin/Ali)

Editor : Fadilah