Search

Kepala Kemenag Pesawaran Buka Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Pesawaran

kepala-kemenag-pesawaran-buka-pelatihan-kurikulum-berbasis-cinta-di-man-1-pesawaran
Fotografer: Humas Kanwil

Pesawaran (Humas) —  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di MAN 1 Pesawaran pada Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah dan Wakil Kepala bidang Kurikulum dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah se-Kabupaten Pesawaran.

 

Dalam kesempatan tersebut, Farid Wajedi hadir didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Khuzil Afwa Kahuripan, serta jajaran pengawas madrasah. Kehadiran pimpinan Kemenag Pesawaran menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas pendidik melalui pendekatan kurikulum yang holistik dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

 

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. Ini penting agar madrasah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga berakhlak,” ujar Farid dalam sambutannya.

 

Ia menambahkan bahwa para guru memiliki peran strategis dalam menyemai nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi pembelajaran di madrasah, terutama dalam menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif, ramah, dan penuh makna.

 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Roswildan selaku Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan, Alamsyah sebagai Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Propinsi Lampung, serta Sahrul, Fasilitator Nasional dalam bidang pengembangan kurikulum. Ketiganya menyampaikan materi terkait filosofi, strategi implementasi, hingga praktik baik dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

 

Peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan yang relevan dan dibutuhkan dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

 

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan Kepala Madrasah dan para Waka Kurikulum dapat menjadi motor penggerak dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan ke dalam proses pendidikan, guna melahirkan generasi madrasah yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. (Humas)

 

Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil