Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris
Rayusman, M.Pd.I., melakukan audiensi dengan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., M.H., dalam rangka mempererat koordinasi lintas sektor
terkait penyelenggaraan program keagamaan dan pendidikan Islam di Kabupaten
Tanggamus. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan
sinergi yang kuat antara instansi pusat dan pemerintah daerah.
Dalam audiensi tersebut,
Mahmuddin menyampaikan berbagai capaian strategis Kemenag Tanggamus, mulai dari
data pemberangkatan haji tahun 2025, pelaksanaan pembinaan MTQ, hingga program
sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Tercatat, sebanyak 406 jemaah
haji akan diberangkatkan tahun ini, yang terbagi dalam dua kloter, yaitu kloter
39 dan kloter 56.
Selain itu, Mahmuddin juga menyoroti keberhasilan Kafilah MTQ Tanggamus yang selama beberapa tahun terakhir konsisten meraih prestasi di tingkat Provinsi Lampung. Bahkan pada tahun 2016 hingga 2022, Tanggamus pernah beberapa kali meraih gelar juara umum, menegaskan komitmen serius dalam membina generasi Qur’ani. Pembinaan ini juga didukung oleh kolaborasi dengan sejumlah pondok pesantren ternama di Lampung.
Di bidang pendidikan, perhatian
besar juga diberikan kepada penguatan madrasah dan kesejahteraan guru PAI.
Dalam laporan Mahmuddin, pada tahun 2024, total pembayaran Tunjangan Profesi
Guru (TPG) bagi 334 guru PAI di Tanggamus telah mencapai lebih dari Rp16
miliar, yang bersumber dari APBN. Pemerintah daerah pun dinilai aktif mendorong
penyelesaian sertifikasi guru dengan dukungan APBD setempat.
Bupati Tanggamus, dalam
sambutannya, menyambut baik berbagai inisiatif dan program dari Kementerian
Agama. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan
keagamaan yang moderat dan edukatif. Bupati juga berkomitmen untuk terus memperkuat
alokasi anggaran dan dukungan kebijakan terhadap program-program Kemenag,
khususnya dalam bidang haji, pendidikan madrasah, dan kegiatan keagamaan massal
seperti MTQ.
Audiensi ini diharapkan menjadi pijakan baru dalam meningkatkan pelayanan publik di sektor keagamaan dan pendidikan. Keduanya sepakat untuk terus menjalin koordinasi intensif demi terciptanya masyarakat Tanggamus yang religius, berpendidikan, dan berakhlak mulia.(Frans/Mela Basyar)
