Tanggamus Kemeng (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I., memimpin rapat koordinasi terkait persiapan studi tiru Zona Integritas (ZI) yang akan dilaksanakan ke Kemenag Kabupaten Bangli, Bali. Rapat tersebut berlangsung pada Selasa (29/10/2024) dan dihadiri oleh Kasubbag TU H. Mardanus, S.Ag., M.M., Kasi Bimas Islam H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I., para kepala madrasah dari berbagai tingkatan, Kepala KUA, Ketua POKJAWAS, Ketua FORMASTA, serta seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Tanggamus.
Dalam arahannya, Dr. Mahmuddin
Aris menegaskan pentingnya kegiatan studi tiru ini sebagai langkah konkret
memperkuat komitmen integritas di seluruh lini pelayanan. “Studi tiru ini
merupakan bentuk upaya bersama untuk mewujudkan predikat Wilayah Bebas Korupsi
(WBK), yang bukan hanya pencapaian administratif, tetapi juga mencerminkan
semangat anti-korupsi di setiap pelayanan Kemenag Tanggamus,” ujarnya.
Dr. Mahmuddin Aris juga
menekankan bahwa kunjungan ke Kemenag Kabupaten Bangli akan menjadi kesempatan
untuk menyerap strategi dan inovasi yang telah sukses diterapkan di sana.
Bangli, yang telah memiliki predikat WBK, diharapkan dapat menjadi contoh nyata
dan inspirasi dalam membangun sistem pelayanan yang bersih dan akuntabel di
lingkungan Kemenag Tanggamus.
Sementara itu, Kasubbag TU H. Mardanus, S.Ag., M.M., menyampaikan kesiapan teknis yang telah dipersiapkan dalam rangka keberangkatan tim studi tiru. Ia menjelaskan bahwa persiapan yang matang penting agar setiap pelajaran yang didapat dari Bangli bisa langsung diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi di Kemenag Tanggamus.
Kasi Bimas Islam, H. Saiful
Arfan, S.Ag., M.Pd.I., juga memberikan dukungan penuh dan menekankan pentingnya
sinergi antara berbagai unit dan pegawai dalam mewujudkan pelayanan publik yang
lebih baik. “Ini bukan hanya tugas satu atau dua individu, tetapi seluruh
elemen harus ikut bergerak bersama,” katanya.
Dengan persiapan yang matang, Kemenag Tanggamus optimistis studi tiru ini akan memperkuat tekad mereka dalam mencapai predikat WBK, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, transparan, dan bebas korupsi kepada masyarakat. (Frans/Mela basyar)