Pringsewu, Dalam dunia pendidikan, peran guru bukan sekadar sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai figur teladan yang menjadi panutan bagi peserta didik. Pendidikan yang berkualitas tidak bisa lepas dari dua unsur penting yang melekat pada diri seorang pendidik: disiplin dan keteladanan.
"Keduanya menjadi fondasi utama dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, efektif, dan bermakna," kata Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari saat Rapat Koordinasi Awal Tahun 2025-2026 pada Jumat (11/7/2025).
Disiplin menurutnya mencerminkan ketegasan, tanggung jawab, dan komitmen seorang pendidik dalam menjalankan tugasnya. Guru yang disiplin akan hadir tepat waktu, menyiapkan materi ajar dengan baik, serta konsisten dalam menerapkan aturan di kelas.
Ini tidak hanya memberikan struktur dan kejelasan bagi siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang kelak akan berguna dalam kehidupan mereka.
"Ketika guru menunjukkan kedisiplinan dalam kesehariannya, siswa secara tidak langsung belajar mengenai arti penting menghargai waktu, tanggung jawab, serta tata tertib," ungkapnya.
Sebaliknya, pendidik yang abai terhadap disiplin berpotensi menularkan sikap permisif yang merugikan proses pembentukan karakter peserta didik.
Selanjutnya, keteladanan adalah metode pendidikan yang paling ampuh dan menyentuh hati. Seorang guru yang berkata jujur, bersikap adil, dan bersahaja akan lebih dihormati dan ditiru daripada yang hanya pandai menasihati.
Pendidikan sejatinya bukan hanya soal mentransfer ilmu, melainkan juga soal menanamkan nilai. Di sinilah letak pentingnya keteladanan.
"Peserta didik lebih mudah meniru tindakan daripada sekadar menerima nasihat. Oleh karena itu, ketika pendidik menunjukkan perilaku terpuji, seperti saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan rendah hati, siswa akan belajar menerapkan hal serupa dalam kehidupan mereka," katanya.
Keteladanan guru akan melekat lebih lama dalam ingatan murid dibanding teori-teori yang diajarkan.
Kualitas pendidikan akan meningkat signifikan ketika disiplin dan keteladanan berjalan beriringan. Guru yang tegas tapi tetap santun, konsisten tapi juga bijaksana, akan mampu menciptakan iklim belajar yang sehat dan inspiratif.
"Di sisi lain, siswa akan merasa aman, nyaman, dan termotivasi untuk berkembang, baik secara akademis maupun moral," jelasnya.
Di tengah tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi dan perubahan sosial, kehadiran guru yang disiplin dan menjadi teladan adalah keniscayaan. Mereka bukan hanya menjadi pengajar di kelas, tapi juga pendidik sejati yang membentuk generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
"Pendidikan berkualitas tidak terwujud hanya dengan kurikulum yang bagus atau fasilitas yang memadai. Kunci utamanya ada pada manusia: guru yang berdisiplin dan memberi teladan. Sebab sejauh apa pun teknologi berkembang, peran figur pendidik yang menginspirasi tetap tak tergantikan," pungkasnya.
