Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Ketua DWP Ny. Siti Nurkhotijah, SE.,MM bersama pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Lambar mengikuti Kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H bertema “Membangun Ketahanan Umat Melalui Nilai-nilai Hijrah: Kesabaran, Keberanian dan Keikhlasan” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI melalui zoom meeting. Jum’at, 18 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, yang merupakan momen penting dalam sejarah Islam.
Menag RI Nasaruddin Umar sebagai pemateri memaparkan kisah Siti Hawa, Siti Maryam, dan Siti Asiyah. Dari kisah Siti Hawa kita belajar tantang ketaatan dan kesabaran, meskipun awalnya tergoda oleh iblis, Hawa dan Adam mengakui kesalahan mereka dan memohon ampun kepada Allah, menunjukkan ketaatan dan kesabaran.
"Kemudian peran sebagai istri dan ibu, Hawa menjalankan peran sebagai istri dengan baik, berusaha menenangkan suaminya dan melahirkan generasi yang saleh. Kemudian bangkit dari kesalahan dan berusaha menjadi lebih baik, menunjukkan bahwa setiap orang dapat belajar dari kesalahan," ungkapnya.
Selanjutnya, dari kisah Siti Maryam kita belajar tentang kesucian dan ketaatan. Maryam dikenal sebagai wanita yang suci dan taat beribadah, bahkan mengandung Nabi Isa secara ajaib melalui tiupan ruh dari Malaikat Jibril.
"Maryam tetap teguh pada keimanannya meskipun menghadapi fitnah dan tuduhan atas kehamilannya, menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa. Maryam dikenal rajin beribadah dan berdoa, menjadi contoh bagi wanita lain dalam menjalankan ketaatan kepada Allah," jelas Menag RI.
Lebih lanjut, dari kisah Siti Asiyah kita belajar tentang keteguhan iman di tengah kezaliman. Asiyah adalah istri Firaun yang beriman kepada Allah meskipun hidup di lingkungan yang zalim. Asiyah dengan ikhlas mendampingi Fir’aun meskipun sang raja sering melakukan hal zalim kepadanya, ini menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa.
"Lakukanlah pendalamaan tentang agama, agar kita semakin muru'ah yaitu menjaga kehormatan diri dan harga diri melalui perilaku terpuji dan menjauhi perbuatan tercela. Ini mencakup menjaga tingkah laku, akhlak, dan penampilan agar tetap berada pada kondisi terbaik, serta menghindari hal-hal yang dapat merendahkan martabat diri di mata Allah dan sesama manusia," pesan Nasaruddin Umar.
Terakhir, Menag RI memaparkan sifat qana'ah, yaitu sikap menerima dan merasa cukup, bersyukur atas segala pemberian Allah SWT, baik dalam hal rezeki, keadaan, maupun ketentuan hidup serta tidak tergiur ingin bermewah-mewah, dan jadilah teladan bagi Dharma Wanita di Kementerian lain.
Semua baju-baju, buku-buku dan barang-barang yang tidak terpakai berikan kepada yang membutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DWP Kankemenag Lambar Siti Khotijah menekankan agar kita menjadi teladan dengan meneladani kisah Siti Hawa, Siti Maryam, dan Siti Asiyah. Mereka menunjukkan kesabaran, keteguhan iman, dan ketaatan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. (Boy/K.TU/Mela Basyar)
keteladanan-dari-kisah-perempuan-mulia-dalam-peringatan-tahun-baru-islam-1447-h
Fotografer:
Humas Kanwil
Editor:
Humas Kanwil
Copyright :
Datin Kanwil
