Search

Ketidakjujuran Awal Kehancuran, Maka Itu Jujurlah!

ketidakjujuran-awal-kehancuran-maka-itu-jujurlah
Fotografer: Humas Kanwil

Pringsewu - "Ketidakjujuran adalah awal dari kehancuran". Itulah pesan yang disampaikan pembina upacara pengibaran bendera di MAN 1 Pringsewu, Taufik Siswoyo, Senin (22/7/2024). Hal tersebut Taufik kutip dari Bung Hatta sebagai pesan untuk seluruh siswa dan siswi madrasah tersebut mulai kelas X sampai kelas XII.

"Kebodohan bisa hilang karena belajar dan ketidakcakapan bisa hilang karena latihan, namun ketidakjujuran adalah sumber dari segala kehancuran," katanya.

Kejujuran ini lanjut Taufik menjadi kunci penting dalam menjalani proses pembelajaran. Menjadi pribadi yang jujur akan menghantarkan setiap individu pada kehidupan yang berkah.

Taufik pun memberikan pesan kepada siswa kelas X untuk menyiapkan diri sebaik mungkin untuk memulai perjalanan dan 'pengembaraan' dalam mencari ilmu di tempat baru.

"Ini adalah awal petualangan. Nikmati dan jadilah yang terbaik," harapnya.

Untuk siswa kelas XI, Taufik mengingatkan bahwa seiring waktu, mereka sudah melewati tahapan-tahapan lebih tinggi. Oleh karenanya siswa kelas XI harus mampu belajar dari pengalaman untuk ke depan lebih baik lagi.

"Kalian sudah naik level. Hari ini harus lebih baik dari kemarin," katanya.

Sedangkan untuk kelas XII yang sudah berada di ujung tahun pendidikan. "Kalian harus menjadi contoh. Memantaskan diri dijadikan contoh. Bisa jadi contoh?," tanyanya.

Di antara contoh yamg baik adalah menjaga disiplin, dan kerapihan. Taufik juga mengingatkan agar hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan sekolah tidak dibawa ke lingkungan sekolah.

Pesan-pesan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh siswa MAN 1 Pringsewu untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan upacara ini menjadi yang perdana diikuti pelajar kelas X. Pada pekan lalu mereka mengikuti Masa Taaruf Siswa. Dalam kegiatan tersebut mereka mendapatkan pengenalan madrasah sebagai modal mengawali petualangan. (MF)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil