Lampung (Humas) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung turut ambil bagian dalam kegiatan penuangan eco enzyme yang diselenggarakan oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha di Sungai Way Kunyit, Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, tokoh agama Buddha, Bhikkhu dan Bhikkhuni, umat Buddha, serta jajaran DWP Kanwil Kemenag Lampung yang dipimpin Ketua DWP Ny. Siti Aisyah Zulkarnain didampingi Wakil Ketua Ny. Fenny Maradonna beserta anggota.
Mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan penuangan eco enzyme dilakukan sebagai upaya mendukung pelestarian alam melalui pemanfaatan cairan hasil fermentasi bahan organik yang diyakini bermanfaat membantu menjaga kualitas air sungai.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam rangka menyambut Waisak, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh anggota DWP dan masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekitar. Mulai dari hal-hal sederhana seperti mengolah sampah organik menjadi eco enzyme hingga menjaga kebersihan sungai dan lingkungan tempat tinggal," ujar Siti Aisyah.
Menurutnya, menjaga lingkungan sejalan dengan nilai-nilai Dharma dan semangat pengabdian perempuan di lingkungan Kementerian Agama. Kepedulian terhadap alam, kata dia, merupakan bentuk tanggung jawab bersama yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab bersama. Kegiatan ini menjadi wujud cinta kasih kepada bumi, sesama, dan generasi mendatang," katanya.
Ia menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik seperti buah dan sayuran yang memiliki manfaat bagi lingkungan, termasuk membantu memulihkan kualitas air sungai.
Siti Aisyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.
"Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi Sungai Way Kunyit dan lingkungan Bandar Lampung yang kita cintai serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga kelestarian alam," ujarnya.
Sementara itu Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Puji Purwaningsih, mengatakan kegiatan penuangan eco enzyme merupakan bagian dari rangkaian Waisak 2570 BE yang telah diprogramkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Meski berlangsung di tengah cuaca gerimis, kata Puji, semangat umat Buddha dan seluruh pihak yang terlibat tidak surut untuk melaksanakan kebajikan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
"Walaupun suasananya gerimis, kita tetap semangat melaksanakan kebajikan. Kami berharap seluruh umat Buddha dapat ikut serta menjaga kelestarian lingkungan," ujar Puji.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk fasilitasi lokasi kegiatan, penyediaan eco enzyme, para dosen, guru agama, penyuluh agama Buddha, dan seluruh umat Buddha yang terlibat.
Mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan penuangan eco enzyme dilakukan sebagai upaya mendukung pelestarian alam melalui pemanfaatan cairan hasil fermentasi bahan organik yang diyakini bermanfaat membantu menjaga kualitas air sungai. (Humas)
