Search

Ketua Pokja Moderasi Beragama Provinsi Lampung Marwansyah Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama Dalam Menjaga Keberagamaan

ketua-pokja-moderasi-beragama-provinsi-lampung-marwansyah-tekankan-pentingnya-moderasi-beragama-dalam-menjaga-keberagamaan
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) ----Marwansyah, Ketua Pokja Moderasi Beragama Provinsi Lampung jelaskan bahwa moderasi beragama adalah upaya untuk menempatkan agama pada posisi tengah yang adil dan berimbang, tanpa terjebak pada ekstremisme atau liberalisme. 

"Moderasi beragama bukan berarti mengurangi nilai-nilai agama, tetapi menyesuaikan cara pandang dan praktik beragama agar sesuai dengan konteks masyarakat yang beragam," pesan Marwan pada Acara Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung di Kahai Resort Kalianda, Kamis (1/8/2024).

Dalam paparannya, Marwansyah membahas tentang udar asumsi membangun perspektif dalam konteks penguatan moderasi beragama.

Marwansyah mengatakan, asumsi yang ada pada benak kita adalah asumsi yang tabu, adapun sejatinya adalah realita yang terjadi, begitulah asumsi kita pada saat kita melihat dan memandang sesuatu, apa yang kita lihat, dengar dan saksikan haruslah berdasarkan pada data yang menunjukkan realita yang terjadi, sebagai data empirik.

"Sebagai peserta sosialisasi moderasi beragama, harusnya benar-benar mampu memahami sebuah realita yang terjadi secara benar, dan tidak sekedar asumsi kita yang dikedepankan, sehingga asumsi kita belum menunjukkan kebenaran mutlak," ungkapnya.

Ia melanjutkan, maka hendaknya kita harus benar-benar mampu menggali sebab dan faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, agar penilaian kita bisa objektif. Asumsi dalam beragama biasanya yang terjadi adalah bahwa kita merasa paling benar dalam beragama, padahal agama adalah hal yang bersifat intertum, dan pribadi serta tidak dapat diintervensi oleh orang lain. 

"Sedangkan asumsi seseorang beragama biasanya sering terjebak pada pemahaman yang telah dipahami atau mengikuti suatu pemahaman yang telah diikuti tanpa mau terbuka atas pemahaman baru yang seharusnya diterapkan. Untuk dapat membangun perspektif baru, kita harus terbuka terhadap sebuah fenomena yang ada dengan tidak berpatokan pada prasangka-prasangka yang belum," lanjutnya.

Marwansyah menutup paparannya dengan mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen dalam memperkuat moderasi beragama. "Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Kita harus terus mengupayakan agar nilai-nilai ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita," pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari ASN di Lingkungan Kemenag Kabupaten Lampung Selatan, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan dari Kesbangpol dan Kesra. (Humas)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil