Search

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Taushiyah Kultum Ustadz Hamam Syafi'i

keutamaan-malam-lailatul-qadar-taushiyah-kultum-ustadz-hamam-syafii
Fotografer: Humas Kanwil

Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Taushiyah kultum yang mengangkat tema "Keutamaan Ibadah Pada Malam Lailatul Qadar" disampaikan oleh Ustadz Hamam Syafi'i, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedaton, kepada jamaah salat Zuhur di Bandar Lampung. Dalam penyampaiannya, Ustadz Hamam mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan, khususnya malam Lailatul Qadar, sebagai momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ustadz Hamam menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam kemuliaan yang memiliki keutamaan luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa ibadah pada malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Ia mengingatkan jamaah bahwa malam ini bersifat misterius karena waktu pastinya tidak diketahui, namun dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. “Malam Lailatul Qadar adalah anugerah bagi hamba yang beribadah dengan ikhlas. Ketika malaikat turun membawa kedamaian, doa-doa mereka menyertai hamba Allah yang bermunajat di keheningan malam,” ujarnya.


Lebih lanjut, Ustadz Hamam menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar tentang meraih malam Lailatul Qadar, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai tarbiyah di bulan suci ini dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah untuk melatih kesabaran, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, serta menghindari perbuatan yang merusak nilai ibadah. “Ramadan mendidik kita menjadi pribadi yang sabar dan penuh kebaikan. Setelah Ramadan berlalu, semestinya kita mampu mengendalikan diri agar tidak menggunjing atau merendahkan orang lain,” tambahnya.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Hamam juga menggarisbawahi pentingnya berbuat baik secara istiqamah dan berbagi rezeki di jalan Allah sebagai wujud syukur. Ia mengingatkan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan dilihat dan dicatat oleh Allah. “Allah tidak meminta seluruh harta kita, tetapi sebagian rezeki yang kita miliki untuk didermakan dengan ikhlas,” pesannya.

Di akhir kultum, Ustadz Hamam mengajak jamaah untuk saling memaafkan sebagai kunci diterimanya ampunan Allah. Ia menuturkan bahwa salah satu penghalang ampunan adalah permusuhan antar sesama. “Sebelum Idul Fitri tiba, mari kita ingat siapa yang pernah kita sakiti, baik disengaja maupun tidak, lalu memohon maaf agar dosa kita kepada Allah dan sesama manusia diampuni,” tutupnya dengan penuh harap. Taushiyah ini diakhiri dengan doa agar jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan dan meraih keberkahan Ramadan. (Mushollin)


Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil