Way Kanan, KUA Blambangan Umpu (Humas) - - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) bagi para calon pengantin, bertempat di Aula KUA Blambangan Umpu. Kegiatan ini diikuti oleh 16 pasangan calon pengantin dan dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Blambangan Umpu, Herman Fahri pada Rabu, 11 Juni 2025.
Turut
hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Penyuluh Keluarga Berencana Pemkab Way
Kanan, Satbinmas Polres Way Kanan, penyuluh agama Islam, serta tenaga kesehatan
dari Puskesmas Blambangan Umpu.
Dalam
sambutannya, Herman Fahri menegaskan bahwa bimbingan perkawinan merupakan
bagian penting dari layanan KUA kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya
pembekalan ilmu sebelum memasuki jenjang pernikahan agar para calon pengantin
mampu membina rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berlandaskan nilai-nilai
keagamaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kami dalam membantu para calon pengantin agar lebih siap dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujar Herman.
Ia juga menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua latar belakang, dua cara pandang, dan dua keluarga besar. Oleh karena itu, kesiapan mental, emosional, spiritual, dan finansial menjadi sangat penting.
Melalui BIMWIN ini, para calon pengantin diharapkan dapat:
1. Memahami hak dan kewajiban suami istri dalam Islam,
2. Membangun komunikasi yang sehat dan penuh empati,
3. Mengelola konflik secara dewasa dan bijaksana,
4. Menanamkan nilai-nilai ibadah dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
Herman Fahri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Polres Way Kanan, Penyuluh KB Pemkab Way Kanan, serta Puskesmas Blambangan Umpu atas kerja sama dan sinergi yang terjalin. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, KUA Blambangan Umpu berharap para calon pengantin dapat memulai kehidupan rumah tangga dengan persiapan yang matang dan pondasi keagamaan yang kuat. (Ayni)
